Mengeluh Sakit dan Muntah-muntah, Siswi Kelas 4 SD di Garut Meninggal Dunia Usai Divaksin

GARUT - Seorang siswi kelas 4 SD di Garut, Jawa Barat, meninggal dunia setelah enam hari usai disuntik vaksin Covid-19. Kasus itu kini tengah didalami dan ditelusuri Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan instansinya tengah menelusuri penyebab meninggalnya siswi SD kelas 4 itu. Apakah benar karena vaksin atau penyebab lainnya.

"Kita belum bisa menyimpulkan karena hari ini dari tim KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) akan menelusuri dan mendiskusikan, kita juga belum bisa memberikan keterangan dari mana dan apa penyebabnya (kematiannya)," katanya, Minggu (23/1).

Dijelaskannya, korban mendapatkan vaksinasi di sekolahnya, Sabtu (15/1). Usai divaksin, siswi tersebut mengeluh sakit dan muntah-muntah.

Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Wanaraja pada 19 Januari. Setelah diperiksa dokter, sehari kemudian kondisi kesehatan korban membaik.

"Masuk Puskesmas itu tanggal 19 karena muntah-muntah, agak jauh jaraknya dari vaksinasi," katanya.

Lalu, Jumat (21/1), korban kembali muntah-muntah. Siswi tersebut kemudian mendapatkan penanganan lebih lanjut dengan melakukan cek laboratorium, namun sore harinya meninggal dunia.

"Anak muntah-muntah lagi disertai sakit kepala, kemudian cek lab, sorenya kondisi anak ngedrop, pukul 17.35 pasien dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Dikatakannya, saat pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin kondisi anak tersebut sehat dan dinyatakan boleh divaksin Covid-19. Terkait jumlah kasus anak meninggal dunia setelah divaksin, disebutkan baru satu orang.

Selain itu, ada juga anak yang mendapatkan penanganan kesehatan setelah divaksin. (why/zul)

Baca Juga:

  • Bukan 1, Polisi Akui Terima 3 Laporan Terkait Dugaan Benny K Harman Tampar Pegawai Restoran.
  • Jika Nasdem Bersama Golkar, PAN, PPP, dan PKB Usung Ganjar, Pengamat: Ini Skenario Jegal Anies Baswedan.

Berita Terkait

Berita Terbaru