Menyebar di 16 Kecamatan, Hanya Dua Kecamatan di Kabupaten Tegal yang Steril Virus PMK

SLAWI - Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak telah menyebar ke-16 kecamatan di Kabupaten Tegal. Data itu terungkap dari Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah PMK (foot and mouth disease).

Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Tegal, Sugiyanto, mengatakan jika mendasari keputusan Menteri Pertanian, PMK hampir merata menyerang hewan ternak di Kabupaten Tegal.

Karenanya, pihaknya pun sedang gencar-gencarnya melakukan penyemprotan disinfektan dan vaksinasi untuk hewan ternak, seperti sapi, kerbau, dan domba. Menurutnya, sudah sekitar dua pekan ini personel di dinasnya berkeliling ke sejumlah peternak hewan.

Di sela-sela kegiatan itu, dia selalu memberikan sosialisasi tentang PMK dan pemeriksaan hewan ternak. Hingga kini, beber Sugiyanto, jumlah hewan ternak di Kabupaten Tegal yang terinveksi PMK sebanyak 968 ekor.

Penyakit itu sudah menyebar ke 16 kecamatan, antara lain Kecamatan Adiwerna, Balapulang, Bojong, Bumijawa, Dukuhturi, dan Dukuhwaru. Selain itu juga menyerang hewan ternak di Kecamatan Jatinegara, Kedung Banteng, Kramat, Lebaksiu, Margasari, Pagerbarang, Pangkah, Slawi, Talang, dan Tarub.

"Sedangkan dua kecamatan lainnya bebas dari PMK. Yaitu Kecamatan Warureja dan Suradadi," jelasnya.

Bupati Tegal, Umi Azizah membenarkan jika pelaksanaan vaksinasi hewan ternak sudah berlangsung sejak awal masuk PMK di Kabupaten Tegal. Vaksinasi akan terus dilaksanakan di wilayahnya. Utamanya wilayah yang jumlah PMK nya banyak.

"Kita sudah dapat vaksinnya cukup banyak, sekitar 1.500-an,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah ada penolakan vaksinasi PMK, lanjut Umi Azizah, dirinya membantah hal itu. Menurutnya, para peternak hewan justru senang dan menyambut baik program tersebut.

"Yang protektif itu ketika yang punya kandang itu ada orang keluar masuk, justru mereka itu protektif dan sangat berhati-hati," pungkas Bupati. (guh/zul)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terkait

Berita Terbaru