Merasa Dicueki, Pengurus dan Kader 11 DPD PSI di Jateng Mengundurkan Diri

KOTA TEGAL - Pengurus dan kader dari sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jawa Tengah menyatakan sikap mengundurkan diri. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan pers conference yang digelar di Kota Tegal Kamis (26/5) sore.

Ketua DPD PSI Kabupaten Brebes Moh. Rafiq dalam pernyataannya mengatakan dirinya bersama sekretaris dan Bendahara menyikapi situasi saat ini di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah, menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan maupun sebagai kader.

Alasannya, saat ini kepengurusan DPW PSI saat ini tidak mau mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

"DPW tidak mau mendengarkan aspirasi yang kami sampaikan khususnya dari DPD PSI Brebes," katanya.

Padahal, kata Rofiq, di Brebes membawahi 17 Kecamatan. Namun saat ini sudah tidak dianggap oleh DPW.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD PSI Kabupaten Pemalang Rudiyanto.

Menurutnya, menyikapi situasi dan kondisi di DPW yang di dalamnya penuh dengan konflik dan penuh kebobrokan maka lebih baik mengundurkan diri.

"Sebenarnya, kami menginginkan PSI tumbuh dan berkembang. Namun, ternyata di dalamnya ada orang-orang yang berlindung dari kebusukannya," tandasnya.

Menurut Rudiyanto, saat ini pihaknya merasa tidak diperhatikan dan dibutuhkan DPW. Karenanya, dari pada tidak ada gunanya, maka dia dan sekretaris serta bendahara menyatakan mengundurkan diri dari kader dan kepengurusan DPD PSI Pemalang.

"Kami rasa tidak membutuhkan jaringan-jaringan dari kami di Pemalang," tandasnya.

Sementara, perwakilan Pengurus DPD PSI Kota Tegal Adi Jefri Hermanto mengatakan, saat ini ada 11 DPD yang menyatakan mengundurkan diri.

Di antaranya, dari Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, Pekalongan, Batang, Banyumas, Wonosobo, Kebumen dan Magelang.

"Kemudian untuk ketua dan sekretaris DPD PSI Kota Tegal belum ada pernyataan sikap. Namun saya mewakili, bersama wakil ketua DPD dengan 4 kecamatan menyatakan mundur dari kepengurusan," ujarnya.

Menurut Jefri, langkah itu karena sudah tidak ada komunikasi yang baik. Ditambah lagi kondisi dari internal DPW PSI, sehingga seolah-olah di daerah sudah tidak dibutuhkan lagi.

"Kami merasa sudah cukup dari 2018 dan membantu saat Pemilu 2019. Kita, sudah meloloskan PSI dalam verifikasi pada 2019, kemudian untuk perolehan kursi di Jawa Tengah cukup baik sekali," pungkasnya. (muj/ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terbaru