Motif Asmara, Jadi Alasan Pembunuhan Sesama Anak Punk di Brebes

BREBES - Pihak kepolisian Polres Brebes berhasil mengungkap motif pembunuhan sesama anak punk di Brebes, kemarin. Motif asmara menjadi pemicu pembunuhan yang mayatnya sempat dibuang dan ditemukan di Jembatan Sungai Cibuniwangi Desa Luwunggede Kecamatan Tanjung.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengatakan, sebelum korban dibunuh, korban sempat bermain dengan para pelaku. Saat bermain itu, korban sempat menggoda salah seorang teman wanita (pacar) dari sesama anak punk tersebut.

"Lantaran tidak terima ceweknya digoda, salah seorang pelaku akhirnya menganiaya korban hingga meninggal," ungkapnya.

Dalam penganiayaan itu, kata dia, pelaku memukul kepala korban dengan sebuah batu. Setelah meninggal, para pelaku ini lantas membawa jenazah korban untuk dibuang.

"Jasad korban ini dibuang ke Sungai Cibuniwangi masuk Desa Luwunggede. Dan ditemukan para saksi yang selanjutnya melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian," tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku saat ini sudah diamankan di Rutan Mapolres Brebes. Selain pelaku, sejumlah barang bukti juga ikut diamankan pihak kepolisian

"Total ada delapan pelaku dalam kasus ini. Tujuh sudah berhasil diamankan dan satu orang masih DPO," pungkasnya.

Ketujuh pelaku yang berhasil diamankan yakni, YS (26) warga Desa Barisan Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, A (21) warga Desa Bojongnegara Kecamatan Ciledug Kabupaten Corebon, A (18) warga Desa Dukuhturi Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes.

A (19) warga Desa Gegesik Kecamatan Gegesik Kabupaten Corebon, FYP (21) warga Desa Kebondalem Kecamatan Mojokerto Kabupaten Mojokerto dan AC (19) warga Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes dan VS.

"Dan ada anak punk satu lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut yang sekarang masih DPO," terangnya.

Salah seorang terduga pelaku A mengatakan, aksi dugaan pembunuhan itu berawal lantaran cemburu. Hal itu lantaran, pacar temannya kerap diganggu korban. Dirinya juga memiliki dendam karena pernah dikeroyok oleh korban.

"Iya (korban) teman (sesama anak punk). Iya ada cewek (pacar temannya) sering diganggu dan saya juga kesel pernah dikeroyok olehnya (korban)," tukasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru