MotoGP Belum Bisa Move On dari Mandalika, Warganet Singgung Gerakan Pukul Guci Emas

JAKARTA - Meski sudah sepekan, MotoGP masih memposting berbagai moment pada ajang balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Akun Twitter MotoGP menulis “Better late than never! The first #IndonesianGP in a quarter of a century didn’t disappoint!– Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali! #GPIndonesia pertama dalam seperempat abad tidak mengecewakan!” cuit akun @MotoGP pada Minggu (27/3).

Pihak MotoGP nampaknya belum bisa melupakan Indonesia.

Ini terlihat dari postingan akun resmi instagram dan Twitter MotoGP.

Tidak hanya itu. MotoGP juga menyertakan movie klip dalam unggahannya tersebut.

Klip berdurasi 3 menit 56 detik itu menampilkan berbagai moment.

Mulai aksi pawang hujan Rara Isti Wulandari atau Mbak Rara, ketatnya persaingan para pembalap di trek hingga Miguel Oliveira yang berhasil memenangkan balapan MotoGP Mandalika.

“Terima Kasih. Thank you Indonesia for making this dream possible after 25 years! We still can’t get over this wonderful weekend!” tulis akun MotoGP lagi.

Dalam postingannya ini, MotoGP mengunggah sejumlah foto. Antara lain antusiasme warga Indonesia untuk menonton balapan di Mandalika.

Ada pula foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersalaman dengan CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta di atas podium.

Postingan MotoGP tersebut mendapat respons dari masyarakat Indonesia Baik di Instagram maupun Twitter.

Kehadiran MotoGP setelah 25 tahun absen menyajikan banyak peristiwa menarik bagi masyarakat Indonesia dan para pembalap.

Selama perhelatan MotoGP Mandalika berbagai peristiwa unik terjadi dan menarik perhatian para pembalap luar negeri.

Setidaknya ada tiga hal unik yang terjadi selama gelaran MotoGP Mandalika dan menjadi sorotan dunia.

Pertama, aksi Rara Isti Wulandari atau Mbak Rara yang bekerja sebagai pawang hujan berjalan begitu percaya diri di area pit.

Wanita tersebut menunjukkan keahliannya. Sontak aksi pawang hujan yang disiarkan secara live itu mendapat banyak perhatian dari pembalap dan penonton.

Kedua, upacara seremonial yang dikemas dengan parade marching band. Para penonton di tribun kompak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ketiga, kekurangan bangku saat tidak menyurutkan antusias masyarakat Indonesia.

Demi menonton MotoGP di Sirkuit Mandalika, banyak penonton yang menyaksikan balapan menggunakan tikar.

Hal-hal unik inilah yang membuat MotoGP Mandalika berbeda dengan negara-negara lain.

Akun @gagoh10 menulis:

"Ada banyak drama di luar maupun dalam race. Itu bagus untuk diceritakan. Gerakan pukul guci emas dari bu pawang sepertinya paling viral."

Hal senada juga disampaikan akun @Kuifje58215139. Dia menulis:

"Kalau belum move on, bikin aja satu seri lagi di Mandalika ...... tapi anggarannya Dorna."

Dikutip dari Fin.co.id, Miguel Oliveira berhasil menjuarai gelaran MotoGP Indonesia Mandalika.

Pembalap Rider Red Bull KTM sukses mencatatkan waktu 33 menit 27,223 detik.

Posisi kedua ditempati pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. Sementara posisi ketiga adalah pembalap Ducati, Johann Zarco. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru