Muncul Pesan WhatsApp Mengatasnamakan Bupati Brebes yang Meminta Donasi Ponpes, Pemkab Pastikan Itu Hoaks!

BREBES - Dalam beberapa hari terakhir, muncul pesan singat melalui aplikasi WhatsApp mengatasnamakan Bupati Brebes Idza Priyanti yang meminta penggalangan dana untuk yayasan dan pondok pesantren (ponpes).

Dalam pesan singkat itu, oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut menggunakan foto Bupati Idza sebagai foto profil.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Kepala Dinas Komunikasi Infomatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Brebes Tatag Koes Adianto, didampingi Kabid Komunikasi dan Kehumasan Lusiana Indira Isni memastikan bahwa itu tidak benar alias hoaks.

"Dalam isi pesan itu, oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut menyampaikan dengan maksud dan tujuan menggalang donasi berupa uang untuk yayasan dan ponpes di Brebes. Dan kami pastikan itu tidak benar alias hoaks," ungkapnya, Rabu (4/5).

Dijelaskannya, kalaupun ada penyaluran dana bantuan, tentunya harus melalui prosedur yang berlaku. Jadi, tegasnya lagi, bupati Brebes sama sekali tidak pernah meminta uang baik dalam bentuk penggalangan dana ataupun modus lainnya.

"Kami pastikan itu tidak benar. Kalaupun ada bantuan untuk ponpes, akan melalui prosedur yang ada. Jadi, masyarakat hendaknya jangan percaya jika ada pesan mengatasnamakan bupati yang meminta uang atau apapun," ucapnya.

Ditambahkannya, jika ada masyarakat yang mendapatkan pesan singkat yang mengatasnamakan bupati untuk tidak meresponnya. Jika ada yang menerima pesan tersebut, masyarakat bisa mengadukan ke nomor Hp 08164885500 atau melalui aplikasi SAMBU.

"Jika ada yang mendapatkan pesan singkat yang mengatasnamakan bupati untuk menggalang donasi, kami mohon jangan menanggapinya dan masyarakat bisa melaporkan kebenarannya ke kami di Diskominfotik Brebes atau menghubungi lewat aplikasi atau nomor di atas," tegasnya.

Sebelumnya, hal yang sama juga terjadi kepada nama wakil bupati dan sekda Brebes. Kedua nama tersebut dicatut oknum yang tidak bertanggungjawab untuk meminta bantuan musala.

Dalam pesan Whatshap, pelaku mengaku akan mentransfer dana sejumlah Rp10 juta untuk bantuan rehab musala tersebut. Namun, pelaku berdalih ada kelebihan transfer Rp4 juta dan minta untuk dikembalikan. Karena dana lebihan tersebut seharusnya ditransfer ke salah satu pondok pesantren di Brebes. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Iwan Sumule Sebut Rezim Sontoloyo ke Jokowi yang Janjikan Ekonomi Meroket Tapi Sembako Mau Dipajakin.
  • Dengarlah Pak Jokowi, Satgas Covid-19 IDI: Lockdown Sekarang atau Tambah Mengerikan.

Berita Terkait

Berita Terbaru