Nasib Manchester United Bergantung pada Leipzig

MANCHESTER - Manchester United kehilangan posisi puncak klasemen Grup H Liga Champions, setelah dikalahkan Paris Saint Germain (PSG) 1-3 di kandangnya. Setan Merah kini pantas cemas sebab nasib mereka akan ditentukan di Jerman.

Hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci tiket babak 16 besar, United secara mengejutkan malah kalah 1-3 dari PSG di Old Trafford. Neymar menjadi mimpi buruk MU dengan dua golnya.

Satu gol PSG lainnya dilesakkan Marquinhos. Sementara gol hiburan MU dicetak Marcus Rashford.

Dengan hasil ini, tiga klub mengantongi poin sembilan. Itu karena pada laga lainnya di Grup H, RB Leipzig menang dramatis atas Istanbul Basaksehir. Mau tidak mau, penentuan dua tiket fase knockout harus diputuskan di matchday terakhir.

PSG mungkin bisa sedikit rileks mengingat mereka hanya akan menjamu Basaksehir di Paris. Namun, MU dan juga penggemarnya pantas untuk panik. Pasalnya, mereka akan melakoni laga pamungkas fase grup di markas RB Leipzig.

Imbang sudah cukup bagi United untuk lolos ke perdelapan final karena mereka akan unggul head to head. Akan tetapi, skenario itu tidak akan semudah membalik telapak tangan.

RB Leipzig adalah salah satu klub yang memiliki catatan kandang bagus.

"Tentu saja membuat frustasi karena kami tidak bisa lolos malam ini. Kami memainkan permainan yang bagus tetapi itu tidak terjadi. Kami dapat menggunakan penampilan kandang kami melawan Leipzig untuk keuntungan kami. Kami bertahan dengan baik melawan mereka dan secara klinis melakukan serangan balik," kata Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer.

Solskjaer menegaskan, dirinya optimis MU akan melenggang ke babak berikutnya. “Nasib masih ada di tangan kita. Jika kami pergi ke Leipzig dan memenangkan pertandingan, kami akan lolos. Kami ingin tetap berada di Liga Champions dan kami perlu menunjukkannya minggu depan dengan kinerja yang baik,” tegasnya.

Gelandang MU, Scott McTominay punya keyakinan sama. “Kami tahu kami bisa mengalahkan Leipzig. Kami sudah melakukannya sekali sebelumnya musim ini. Semoga kami bisa pergi ke sana dan mendapatkan kemenangan," ujar McTominay.

Kapten United, Harry Maguire sendiri mengaku sangat kecewa dengan kekalahan timnya yang membuat mereka turun ke posisi dua klasemen. "Malam yang mengecewakan. Kami ingin memenangkan pertandingan, memenangkan grup,” keluhnya kepada BT Sport.

Menurut Maguire, mereka memiliki peluang yang lebih baik di laga ini. Hanya saja, PSG lebih beruntung. “Saya merasa kami pantas mendapatkan sesuatu. Anda harus memanfaatkan peluang Anda dan tidak memberikan gol-gol gampang. Kami masih memegang kendali untuk lolos ke babak sistem gugur," tegas bek Inggris tersebut.

Sukses membalas kekalahan mereka pada pertemuan pertama di Paris, Pelatih PSG, Thomas Tuchel berharap timnya tidak terlalu over confidence. Ia menegaskan bahwa anak asuhnya tidak boleh berpikir saat ini mereka sudah pasti lolos ke fase knockout.

"Kami telah mengambil langkah besar, tetapi saya tidak akan membiarkan seorang pria pun berpikir kami sudah lolos. Kami harus mengambil langkah terakhir dan, untuk itu, kami harus bermain dengan mentalitas dan sikap yang sama," tegas Tuchel dikutip dari situs resmi UEFA.

Ander Herrera melontarkan peringatan sama. Gelandang PSG itu menegaskan mereka harus menyelesaikan pertandingan untuk mengetahui mereka lolos atau tidak.

"Kami harus menghormati Istanbul Basaksehir (Rabu depan). Kami ingin menang dan finis teratas," ujarnya.

Kubu Leipzig sementara itu sudah memastikan kesiapan mereka menjamu MU dalam laga hidup mati, pekan depan. Pelatih Leipzig, Julian Nagelsmann mengatakan, kemenangan di Turki meningkatkan kepercayaan diri mereka.

“Tujuan kami adalah mencapai final melawan Manchester United. Kita berhasil. Kami masih memiliki kendali lolos Liga Champions di tangan kami sendiri. Kami juga harus melakukan sesuatu dengan baik setelah leg pertama,” tegasnya di situs resmi Leipzig.

Alexander Sorloth yang menjadi pahlawan kemenangan Leipzig menambahkan, laga kontra MU akan jadi partai balas dendam dan final yang wajib mereka menangi. “Sekarang kami memiliki final melawan Manchester United minggu depan yang pasti ingin kami menangkan," ujarnya. (amr/zul)

Baca Juga:

  • Pandemi Belum Berkurang, Muncul Serangan Virus Baru Nipah yang Lebih Ganas dari Covid-19.
  • Kasus Positif Covid-19 Sudah Tembus 1 Juta Lebih, Pemerintah Siapkan Lockdown Terbatas.

Berita Terkait

Berita Terbaru