Nekat Berjualan, Tujuh PKL di Depan Pasar Induk Brebes Diamankan Satpol PP

BREBES - Sedikitnya ada tujuh Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar trotoar Pasar Induk Brebes diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (19/1). Mereka diamankan karena nekat berjualan di trotoar Pasar Induk Brebes yang sudah mulai ditata.

Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes Supriyadi mengatakan, penertiban PKL yang berjualan di sepanjang trotoar di Pasar Induk Brebes tersebut tidak lain untuk memperindah kawasan perkotaan. Para PKL tersebut sejak Minggu (17/1) lalu dipindahkan di Pujasera yang telah disiapkan oleh pemerintah.

"Tadi ada beberapa yang masih nekat berjualan di sepanjang trotoar di sekitar Pasar Induk Brebes. Dan yang nekat berjualan ini dilakukan penertiban," ujarnya.

Dijelaskannya, dalam penertiban tersebut, pihaknya juga melakukannya dengan pendekatan. Sehingga, warga yang berjualan di sekitar trotoar di Pasar Induk Brebes bisa menerima dan mau dipindah.

"Setiap hari kita akan kontrol di lapangan. Jika masih ada yang nekat dan sudah diberikan imbauan berkali-kali, akan kita tertibkan kembali. Dan jika masih bandel, kami akan lakukan pengangkutan barang atau gerobak hingga memberikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring)," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 115 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya menghiasi wajah Pasar Induk Brebes sudah mulai dipindahkan ke Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera). Pemindahan ratusan PKL ke Pujasera tersebut tidak lain untuk menata Pasar Induk Brebes agar lebih tertata.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes Zaenudin beserta jajarannya terjun langsung dalam pemindahan 115 PKL tersebut. Para pedagang PKL ini dipindahkan Pujasera yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Induk Brebes. Relokasi ratusan PKL ke Pujasera ini dilakukan dalam rangka untuk memperindah wajah kota Brebes.

"Kami (Dinkopumdag) sudah merenovasi Pujasera dan membuat tempat 120 unit untuk tempat berjualan," ungkapnya, Senin (18/1).

Setelah dipindahkan ke Pujasera, nantinya semua tenda-tenda PKL dibersihkan oleh jajaran Dinkopumdag Brebes. Saluran drainase di kawasan itu juga dibersihkan.

"Sebelum dipindahkan, kami sudah memberikan sosialisasi agar tidak ada protes atau lainnya. Dan nantinya, trotoar yang digunakan untuk berjualan akan dibersihkan untuk pengguna jalan nantinya," terangnya.

Dia menambahkan, setelah dilakukan penataan atau penertiban PKL di kawasan perkotaan, pihaknya berharap ada pengawasan dari para penegak peraturan daerah (perda) atau pihak Satpol PP. Terkait dengan kawasan trotoar yang sudah dibersihkan, pihaknya juga berharap ada perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk melakukan perbaikan.

Zaenudin menegaskan, penataan PKL ini juga akan dilakukan di sejumlah tempat lain di wilayah perkotaan.

"Penataan para PKL ini memang bukan pekerjaan yang mudah. Harus diawali memberikan pemahaman kepada mereka agar tidak ada protes. Memberikan pemahaman juga tidak cukup sekali dua kali, tapi harus terus menerus. Kami akan terus berupaya menata PKL di wilayah perkotaan," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Kota Tegal Semakin Panas, Wali Kota Laporkan Wakil Wali Kota ke Polisi atas Dugaan Rekayasa Kasus.
  • Wakil Ketua MUI Sebut Jika Presiden Jokowi Ditahan Negara Berantakan, Habib Rizieq Ditahan Umat Berantakan.

Berita Terkait

Berita Terbaru