Ngeri! Sembunyi Sambil Rekam Tembak-tembakan Dekat Rumah Majikan, TKW di Irak Minta Dipulangkan

JAKARTA - Kabar tidak menyenangkan muncul dari sejumlah TKW yang tengah mengadu untung di Irak.

Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal berbagai daerah itu memohon agar secepatnya dipulangkan ke tanah air.

Pasalnya, TKW di Irak itu bukan saja kerap disiksa majikan, tetapi juga kondisi peperangan yang terjadi di Irak

Sayangnya, sejumlah upaya yang dilakukan TKW di Irak dengan menghubungi KBRI setempat tidak seperti yang diharapkan.

Dikutip dari PojokSatu.id, para TKW tersebut membuat pengakuan yang cukup menyedihkan.

Mereka pun mengutarakan isi hatinya sembari menangis.

Yuni Asih binti Suryadi, misalnya. Ia diberangkatkan ke Erbil dengan sponsor atau agen bernama Nurbaeti.

Ia mengaku kerap mendapat tindakan kekerasan, seperti digunduli hingga tangannya ditusuk pakai garpu oleh majikannya.

Karena itu, ia meminta tolong agar secepatnya bisa dipulangkan ke Indonesia karena tidak tahan lagi.

“Saya minta tolong, saya pengen pulang. Saya pengen pulang, Pak. Saya minta tolong bantuan Bapak (Jokowi, red),” ucapnya.

Pun demikian dengan Munir binti Rasyidul Farid juga mengaku diberangkatkan secara illegal oleh Nurbaeti.

“Saya dulu dijanjikan kalau kerja di Erbil itu enak, gajinya besar, banyak bonusnya,” jelasnya.

Selain itu ia juga dijanjikan pekerjaan di sana ringan dan ada liburnya.

“Ternyata pas sampai ke sini saya sengsara. Gak ada libur. Boro-boro libur, istirahat aja gak ada,” akunya.

Ia memohon agar Presiden Jokowi segera memulangkan dirinya ke Indonesia.

“Saya gak kuat. Kerja capek,” katanya.

“Tolong, ya, Pak (Jokowi, red). Saya ingin pulang ke Indonesia,” tegasnya.

Hal yang sama juga diutarakan TKW di Irak lainnya, Anggi. Perempuan asal Cirebon itu mengaku sudah setahun bekerja di Zahro, Irak.

“Saya mau meminta tolong kepada Bapak Presiden Jokowi, gubernur, bupati agar bisa memulangkan aku dari negara Irak ini,” ungkapnya.

Ia menyebut, Irak sedang tidak aman, penuh konflik, dan penuh dengan suara bom serta tembakan.

“Kami pernah mengeluh, para PMI di sini pernah mengeluh pada KBRI, tapi pihak KBRI tidak pernah merespon kami,” bebernya.

Tidak Direspon KBRI

Anggi juga menyebut, pihak KBRI tidak bisa memberikan solusi saat mereka berkeluh kesah.

“Bahkan teman-teman para PMI yang sudah berusaha untuk mendapatkan perlindungan dari mereka, dari pihak KBRI, mereka harus kabur,” jelasnya.

“Di sini mereka disiksa oleh para agensi,” imbuhnya.

Para TKW di Irak ini lantas meminta bantuan kepada lembaga-lembaga di Indonesia dan tak ada hasilnya.

“Mereka pun tak tahu harus bagaimana,” ujarnya.

Mereka pun menyesalkan pihak KBRI Baghdad yang tidak bisa memberikan perlindungan kepada para PMI.

“Kekerasan orang-orang agensi pun merajalela. Jadi saya pribadi dan para PMI memohon bantuan kepada Pak Jokowi, gubernur hingga bupati agar bisa memulangkan kami, sekian,” tandasnya. (Pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Keren... Lokomotif Tua Buatan Jerman Sudah Diparkir di Taman Pancasila, Bakal Ada Lampu dan Suaranya.
  • Ajukan Judicial Review AD/ART Partai Demokrat, Yusril Gandeng Wisudawan Terbaik Program Doktor UMI.

Berita Terbaru