Nikita Mirzani Wajib Lapor Malah Keluar Negeri, IPW: Diduga Punya Backing Internal Polisi Juga

JAKARTA - Bolehnya Nikita Mirzani keluar negeri, meski sudah menyandang status tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik memicu perdebatan publik. Konon, artis yang akrab disapa Nyai itu untuk berobat.

Sebelumnya, keistimewaan yang diterima Nikita Mirzani juga disorot lantaran tidak ditahan oleh polisi, usai ditangkap paksa di sebuah mal. Padahal, di beberapa kasus ibu-ibu yang tersandung kasus pidana, tetap ditahan walaupun masih menyusui anaknya.

Menanggapinya, anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil memberikan sindiran menohok terkait 'keistimewaan' yang diterima Nikita Mirzani. Djamil mengungkapkan Nikita Mirzani bukan tersangka kasus tindak pidana korupsi, sehingga bisa diperbolehkan pergi ke luar negeri.

"Mungkin karena bukan kasus tipikor (tindak pidana korupsi) makanya tidak dilarang ke luar negeri,” ucap Nasir, Jumat (29/7).

Menurutnya, soal etis atau tidak etis suatu perkara maupun tersangka yang boleh keluar negeri, Nasir melihat hal itu tidak masuk dalam kitab hukum pidana. "Tersangka-sangkaan namanya. Soal etis memang gak ada dalam kamus hukum kita,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso berpendapat terkait sepak terjang Nikita Mirzani ketika berurusan dengan aparat kepolisian.

Artis yang cukup kontroversial itu, diduga memiliki backing dari internal korps bhayangkara. Sehingga Nikita Mirzani seolah mendapat “keistimewaan” dari pihak kepolisian.

“Nikita Mirzani diduga punya backing internal polisi juga, sehingga berani keluar negeri tanpa pemberitahuan pada penyidik,” ujar Sugeng menyayangkan. (zul/rtc)

Baca Juga:

  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.
  • Diduga Menyindir Irjen Ferdy Sambo, Ahmad Sahroni Singgung soal Suami Penyuka Sesama Jenis.

Berita Terkait

Berita Terbaru