PA 212 Keluarkan Ancaman saat Apel Siaga Ganyang Komunis

JAKARTA - Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif dalam Apel Siaga Ganyang Komunis di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7) mengungkapkan, Aliansi Nasional Antikomunis Negara Republik Indonesia (Anak NKRI) menuntut DPR RI tidak sekadar menunda pembahasan Rancangan Undang- undang Haluan Ideologi Pencasila (RUU HIP) untuk diperbaiki redaksionalnya.

Namun, mereka juga menuntut DPR mencabut RUU HIP dari Prolegnas. Anak NKRI ini merupakan organisasi gabungan dari Front Pembela Islam (FPI), PA 212, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF U).

“Kami tetap akan terus berjuang sampai RUU dicabut dan dibatalkan dari Prolegnas,” kata Slamet.

Menurut Slamet, RUU HIP tidak memiliki sisi positif. Aturan itu justru memecah belah sesama anak bangsa dan memunculkan gaduh nasional.

“Oleh karenanya. tuntutan kami bahwa RUU HIP dicabut, dibatalkan, bukan diganti judul, bukan ditunda,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya menuntut para inisiator RUU HIP diproses secara hukum.

“Inisiatornya harus segera diproses secara hukum,” sambungnya.

Mereka akan terus menggelar aksi besar-besaran agar DPR mencabut aturan itu dari Prolegnas.

“Kalau ini belum dipenuhi, kami akan berjuang,” ujarnya.

“Bahkan kami akan menyiapkan aksi yang jauh lebih besar dari aksi yang pernah kami lakukan untuk menyelamatkan Pancasila dan menyelamatkan kesatuan negara Indonesia,” beber dia. (jpnn/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Tak Ada Prediksi Akurat, Pengamat: Zona Hijau Bisa Tiba-tiba Berubah Jadi Merah Bahkan Hitam.
  • Mantan Pengacara Djoko Tjanda Anita Kolopaking Berakhir di Penjara, Usai Diperiksa 18 Jam.

Berita Terkait

Berita Terbaru