Pakar Imunisasi: Penyintas Covid-19 Jangan Bangga Dulu, Kedepannya Tidak Tahu Jadi Apa

JAKARTA - Efek jangka panjang penyintas Covid-19 masih jadi penelitian oleh para pakar kesehatan. Dampak lanjutnya masih perlu dipantau karena kondisinya yang belum diketahui pasti. Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi mengungkapkan bahwasannya reinfeksi masih membayangi penyintas Covid-19.

"Artinya, Covid-19 ini kita tidak tahu ke depannya ini nanti bisa menjadi apa. Jangan merasa bangga kena covid lalu sembuh. Belum tentu. Orang yang pernah Covid-19, dunia pantau terus. Tahun depan akan menjadi apa, 3 tahun, 4 tahun, 10 tahun, 20 tahun. Ini masih diteliti," ungkap Jane.

Seperti yang dituliskan oleh ABC News, ada banyak laporan dan penelitian yang menunjukan bagaimana pengalaman pasien Covid-19 yang sudah sembuh, namun setelahnya mereka masih merasa kelelahan, sesak napas, atau nyeri pada otot.

Menurut ahli virologi dari Queensland University Kirsty Short mengatakan apabila virus corona yang mana terbilang baru ini membuat efek jangka panjangnya sulit untuk diperkirakan secara pasti. Gejala-gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi yakni berupa demam, batuk terus-menerus, sesak napas, hingga kehilangan fungsi indra penciuman. Tetapi, pandemi ini juga menyebabkan efek jangka panjang pada pasiennya.

"Ini (efek pada kesehatan) pasti terjadi, hanya saja belum bisa mengetahui seberapa umum itu terjadi," kata Kirsty seperti dikutip dari cnnindonesia.com (2/12).

Oleh karena itu Satgas Covid-19 menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan yang terdiri dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Serta mendukung praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment). Nad/Kan3)

Baca Juga:

  • Pandemi Belum Berkurang, Muncul Serangan Virus Baru Nipah yang Lebih Ganas dari Covid-19.
  • Kasus Positif Covid-19 Sudah Tembus 1 Juta Lebih, Pemerintah Siapkan Lockdown Terbatas.

Berita Terkait

Berita Terbaru