Pandemi Corona Usai, Berani Jelajahi Tempat Angker Ini?

SURABAYA - Siapa yang rindu melihat hijaunya pepohonan, segarnya udara dan suara gemercik air?

Namun, keinginan bertamasya terpaksa harus ditahan dulu lantaran pandemi virus corona (Covid-19) yang tengah melanda dunia.

Setelah pandemi usai, coba deh untuk berlibur ke Surabaya, Jawa Timur.

Ada sejumlah tempat yang terkenal dengan keindahan alamnya, yang membuat banyak orang ingin pergi ke sana.

Namun, di Surabaya juga ada beberapa tempat wisata yang bikin bulu kuduk berdiri. Berani enggak?

Yuk, kita intip dimana saja sih wisata angker tersebut.

  1. Pintu Air Jagir

Destinasi ini sangat terkenal di masyarakat Surabaya.

Bangunan pintu air ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda pada 1917.

Pada zaman dahulu, keberadaan pintu air ini untuk mengantisipasi banjir yang sering melanda kota.

Pintu air yang terletak di Jalan Jagir Kelurahan Jagir Wonokromo, Surabaya ini menurut cerita, terdapat buaya putih yang sering meminta tumbal.

Meskipun banyak kabar menyeramkan, tetapi pintu air ini masih berfungsi untuk pengendalian banjir.

  1. Penjara Kalisosok

Siapa yang berani datang ke penjara Kalisolok? Penjara ini umurnya sekitar 200 tahun lebih, lo.

Dibangun pada 1 September 1807 oleh Herman Williem Daendels.

Banyak para pejuang Indonesia yang pernah merasakan masa kelam di penjara ini, seperti Soekarno dan WR. Soepratman.

Bahkan penjara ini digunakan untuk menyiksa para tahanan. Satu ruangan hanya berkapasitas 20, tetapi saat itu dipaksa masuk untuk 90 orang.

Tempat yang gelap, sempit, lembap, dan pengap membuat suasana penjara ini makin seram.

Kabarnya, masyarakat yang lewat sering mendengar bunyi teriakan orang.

Penjara Kalisosok ini termasuk Cagar Budaya tipe B yang harus dilindungi pemerintah.

  1. Rumah Hantu Darmo

Rumah hantu 3 lantai ini sering disebut Rumah Hantu Darmo.

Lokasinya ada di Jalan Puncak Permai II nomor 26, Sukomanunggal, Surabaya.

Rumah ini adalah hasil pesugihan. Dahulu, kabarnya keluarga yang menempati rumah tersebut, mendapatkan kekayaannya dengan syarat memberikan tumbal dan sesajen.

Saat satu keluarga itu tidak ingin memberikan tumbal, konon katanya mereka pergi ke laut dengan harapan untuk menghentikan kutukan. Namun, sayangnya mereka harus tewas ditenggelamkan oleh para setan, dan membuat mereka semua meninggal.

  1. Rumah Hantu Kupang

Berada di Jalan Banyu Urip Wetan 1A nomor 107, Surabaya.

Konon gedung ini dibangun oleh J.A. van Middlekoop pada 1809.

Lalu, gedung tersebut dibeli oleh dr Teng Khoen Gwan (Gunawan Sasmita) sekitar 1945.

Saat kerusuhan rasial pada 1948 lalu, pemiliknya meninggalkan rumah. Rumah menjadi tidak terawat, dengan dinding berwarna putih kusam. Hal ini membuat warga menilai gedung ini terkesan horor. (genpi/ima)

Baca Juga:

  • UUD 1945 Bukan Diamandemen, Profesor UGM: Sistem Hukum Indonesia Sudah Murtad dari Pancasila.
  • Tagar #TangkapEdyMulyadi Viral, Jubir PKS: Pernyataannya Tak Ada Sangkut Pautnya dengan PKS.

Berita Terbaru