Pandemi, Obat Cacing dan 2.680 Dosis Vitamin Ternak Dibagikan Gratis!

SLAWI - Pemkab Tegal melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan membagikan obat cacing dan 2.680 dosis vitamin ternak secara gratis pada peternak. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal Khofifah saat melakukan talkshow pada salah satu radio milik pemerintah.

Khofifah, Rabu (15/7) mengungkapkan, masa pandemi Covid-19, Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan (DKPP) terus berinovasi menuju masyarakat yang aman, sehat dan tetap produktif di sektor peternakan. Salah satunya membuat kebijakan perlindungan dan pemulihan ekonomi bagi peternak yang terdampak pandemi corona. Yaitu dengan pemberian obat cacing dan vitamin ternak sebanyak 2.680 dosis secara gratis.

"Dua ribu dosis untuk pengobatan ternak kambing dan 680 dosis untuk ternak sapi. Pemberian obat cacing dan vitamin itu untuk memberikan kepastian bahwa daging yang diproduksi dan dijualbelikan aman, sehat serta utuh dikonsumsi masyarakat," katanya.

Kebijakan lain, tambah Khofifah, dengan memberikan panduan bagi peternak dalam upaya pencegahan penyakit menular pada manusia yang bersumber dari hewan/zoonosis. Ada tiga langkah cara mencegah terjadinya penularan penyakit pada manusia yang bersumber dari hewan ternak sapi atau kambing. Pertama, cegah penularannya dengan tidak mengkonsumsi daging setengah matang.

"Jangan minum susu sapi atau kambing yang tidak dipasteurisasi. Juga jangan bekerja di pengolahan daging sapi/kambing yang sudah terkontaminasi bakteri brucella," jelasnya.

Kedua, pahami gejala klinisnya seperti demam, keringat berlebihan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi. Kehilangan nafsu makan dan mudah lelah. Gejala ini bisa terjadi hanya sebentar atau bisa juga dalam waktu lama. Itu tergantung pada daya tahan tubuh masing- masing orang.

Ketiga, lakukan upaya pencegahan dengan cara hindari mengkonsumsi daging yang tidak matang.

Selalu menggunakan sarung tangan karet jika bekerja di pengolahan daging sapi atau kambing.

“Intinya harus diupayakan proses produksi dan penjualan daging itu aman sehat dan utuh dengan menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.

Untuk Hari Raya Idul Adha, lanjut Khofifah, diharapkan masyarakat yang akan berkurban memperhatikan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Demikian juga dengan pedagang hewan kurban, harus tetap mentaati protokol kesehatan. Agar masyarakat yang akan membeli hewan kurban tidak merasa dirugikan. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Tak Ada Prediksi Akurat, Pengamat: Zona Hijau Bisa Tiba-tiba Berubah Jadi Merah Bahkan Hitam.
  • Mantan Pengacara Djoko Tjanda Anita Kolopaking Berakhir di Penjara, Usai Diperiksa 18 Jam.

Berita Terkait

Berita Terbaru