Pandemi, PKK Kabupaten Tegal Siapkan Program Inspiratif

SLAWI - Di masa pandemi Covid-19, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal telah menyiapkan program inspiratif. Hal itu dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal Sisca Sabilillah Ardie.

Sisca, Sabtu (21/11) mengungkapkan program inspiratif pelaksanaan kegiatan kesatuan gerak PKK, kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) dan kesehatan dalam acara Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat Kabupaten Tegal tahun 2020.

Pemberdayaan dan kesejahteraan yang akan dilaksanakan kali ini meliputi pembinaan posyandu melalui pokjanal posyandu, pelatihan kader posyandu, jambore kader posyandu, pemberian penyuluhan, pembentukan dan peningkatan kualitas tugas dan fungsi ketua desa wisma.

"Saya berharap PKK bisa membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan yang berkualitas melalui program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, KB dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Sedangkan untuk program KKBPK, tambah Sisca, akan meliputi peningkatan dan pembinaan kepesertaan ber-KB, pembinaan peningkatan advokasi penggerakan dan informasi serta pelayanan KB dan IVA.

Untuk program kesehatan, akan meliputi kegiatan penyuluhan lingkungan bersih dan sehat, penyelenggaraan lomba dan juga bintek. Persoalan terkait kepesertaan KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang memang sedang menjadi persoalan di Jawa Tengah bahkan nasional.

"Oleh karena itu diberharapkan seluruh petugas lapangan KB, kader PKK, kader institusi masyarakat pedesaan, kader kesehatan dan petugas lainnya untuk bekerjasama dalam memotivasi masyarakat terlebih dalam pandemi Covid-19 ini," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Pencanangan Kesatuan Gerakan PKK-KKBPK-Kesehatan tahun 2020 ini. Meskipun sebagian peserta undangan yang lainnya di tingkat kecamatan hanya bisa menyaksikan secara virtual, semoga hal ini tidak mengurangi kehikmatannya.

Dirinya berharap peran perguruan tinggi dalam persoalan seperti kasus terjadinya perkawinan muda dan stunting di Kabupaten Tegal.
Terutama dalam kegiatan penelitian maupun survei, sehingga nantinya hal tersebut bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan upaya pencegahan di masa-masa yang akan datang. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Kasus Covid-19 Capai 1.625, Masyarakat Brebes Diminta Waspada.
  • Resmikan Masjid Agung Pemalang, Junaedi Pamitan dan Minta Maaf.

Berita Terbaru