Pedagang Komplek GOR Karangbirahi Tolak Pasar Malam 17-an di Islamic Centre

BREBES - Sejumlah pedagang UMKM pasar malam komplek Stadion Karangbirahi hingga Komplek GOR Sasana Adhi Karsa mengancam menggeruduk Kantor Bupati Brebes.

Mereka menolak rencana Pemkab Brebes yang akan menggelar pasar malam 17-an di Islamic Centre.

Salah seorang pedagang di komplek GOR, Sumiyati mengatakan, semua pedagang sepakat menolak dan sangat keberatan jika pasar malam tidak dilaksanakan di Karangbirahi.

Sebab, di komplek Islamic Centre kurang luas dan berpotensi mengganggu aktivitas. Yakni, ada kegiatan belajar karena lingkungan sekolah, rumah bersalin, kegiatan ibadah hingga kantor Satreskrim Polres Brebes.

"Jika memang dipaksakan di Islamic Centre, kami bakal mendatangi kantor bupati. Karena, kebijakan Pasar Malam itu tidak memihak ke pedagang," jelasnya.

Alasannya, banyak faktor yang menjadi kendala jika pasar malam digelar di luar Karangbirahi. Terlebih, sudah menjadi tradisi sejak dulu Pasar Malam 17-an identik di kawasan Stadion Karangbirahi hingga GOR.

Selain mengganggu aktivitas umum, lanjut Sumiyati, Pasar Malam 17-an di Islamic Centre dikhawatirkan sepi. Padahal, sudah dua tahun terakhir Pasar Malam 17-an sudah tidak digelar lantaran pandemi Covid-19.

Karenanya, Pasar Malam ini justru menjadi andalan mencari rezeki sebagai momentum sekali dalam setahun.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wagiyono (50), salah seorang pedagang bakso. Dirinya beserta pedagang lain bakal mendatangi kantor bupati juga pelaksanaan Pasar Malam 17-an di Islamic Center.

Diakuinya, banyak faktor yang menghambat jika pasar malam dipaksakan digelar di Islamic Centre. Contohnya, lokasi yang terbatas dan akses jalan yang sempit akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

Terlebih, banyak fasilitas umum di komplek Islamic Centre sehingga tidak cocok sebagai lokasi pasar malam.

"Momentum pasar malam hanya setahun sekali, dan tempatnya dari dulu ya Karangbirahi. Kalau dipindah, sangat merugikan pedagang kecil seperti kami. Bagaimana nasib UMKM kecil, jika kebijakan pemda tidak memihak rakyat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan RI Kabupaten Brebes sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Warsito Eko Putro saat dikonfirmasi merespon protes pedagang terkait lokasi pasar malam yang rencananya dipindah ke Islamic Centre.

Pihaknya mengaku, sudah melimpahkan ke seksi pelaksanaan kegiatan.

Seksi Pelaksanaan sekaligus Kabid Perdagangan Maryono saat dikonfirmasi terkait lokasi pelaksanaan pasar malam, belum bisa menjawab secara detail.

"Terkait tempat kewenangan bukan di kami, tetapi coba komunikasi dengan ketum. Kami menindaklanjuti arahan hasil rapat Panitia HUT RI ke-77," tandasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Terus Bertambah, Polisi yang Diamankan terkait Kasus Brigadir J di Tempat Khusus Jadi 19 Orang, Terperiksanya 63 Personel.
  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.

Berita Terbaru