Pekerja Sosial Masyarakat Ujung Tombak Pemecah Masalah Kesejahteraan Sosial

SLAWI - Permasalahan kesejahteraan sosial masih menjadi isu strategis kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

Permasalahan ini tidak saja menyangkut soal kemiskinan, kesejahteraan anak, keluarga dan disabilitas, melainkan juga dampak dari bencana alam maupun non alam seperti pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, peran relawan pekerja sosial masyarakat sangat diperlukan untuk menangani permasalahan sosial yang dialami individu, kelompok, maupun komunitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tegal Dadang Darusman pada acara rapat koordinasi dan sarasehan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) se-Jawa Tengah di Guci Forest, Minggu (23/1).

Mewakili bupati Tegal, Dadang pun menyampaikan apresiasinya kepada para pekerja sosial masyarakat dalam bekerja dan berkolaborasi bersama pemerintah melakukan upaya pelayanan dan penanganan masalah sosial.

“Inilah pentingnya sinergi dan kolaborasi antara negara dan civil society dalam mengelola pelayanan sosial. Sebab, penyelenggaraan kesejahteraan sosial oleh pemerintah belum sepenuhnya mampu mengatasi permasalahan sosial,” kata Dadang.

Dadang berharap, IPSM sebagai wadah berhimpun pekerja sosial masyarakat bisa berperan lebih dalam menjalankan fungsi monitoringnya. Mendorong peningkatan kompetensi anggotanya dalam praktik pelayanan sosial agar benar-benar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Usai sambutan, berlangsung acara simbolis serah terima satu unit mobil unit reaksi cepat (URC) dari Pemkab Tegal kepada Tim Penanganan Terpadu Daerah (TPTD) Trengginas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal senilai Rp470 juta.

Mobil tersebut nantinya digunakan sebagai sarana penjangkauan layanan di bidang sosial, khususnya penjangkauan bagi para pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).

Sebelumnya, Kepala Dinsos Kabupaten Tegal Nurhayati mengaku bangga dengan peran IPSM. Selain berperan menjadi fasilitator data, mereka juga sigap dalam merespon laporan yang masuk melalui Aplikasi Lapor Bupati Tegal.

Ia pun berharap, IPSM bisa memberikan pelayanan sosial yang lebih baik dengan ikut serta menebarkan virus peduli untuk berbagi dan meningkatkan kebersamaan di antara anggotanya.

“Selama ini PSM (pekerja sosial masyarakat) Kabupaten Tegal sudah banyak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan sosial meskipun baru dua tahun terbentuk, terima kasih,” jelasnya.

Selain acara simbolis penyerahan mobil URC juga ada pembagian 100 paket sembako. Rencananya, 20 paket sembako akan dibagikan ke warga sekitar Guci. Sebelihnya, 80 paket untuk warga di kecamatan lainnya.

Nurhayati berharap, bantuan tersebut bermanfaat untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga warga miskin.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo yang datang mewakili gubernur Jawa Tengah juga mengaku bangga terhadap kerelawanan PSM dalam membantu sesama. Dirinya berharap, anggota PSM bisa selalu menjaga kebersamaan.

“Tolong tetap jalin dan rajut kolaborasi dengan pihak desa, kelurahan, dan pemerintah kabupaten. Penanganan masalah sosial tidak bisa dijalankan oleh pemerintah sendiri. Mari, saling bekerjasama,” kata Harso.

Harso juga meminta pemerintah daerah bisa memperkuat pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) yang ada di tingkat desa sebagai upaya penanggulangan kemiskinan, pencegahan praktik penyimpangan kegiatan sosial dan lainnya. Kuncinya, sambung Harso, data permasalahan sosial harus selalu diperbarui.

Termasuk menginventarisir permasalahan rumah tidak layak huni, kepemilikan sumber energi listrik, jamban keluarga hingga aksesnya pada air bersih. (*/ima)

Baca Juga:

  • Ngabalin Trending di Twitter! Sebelumnya Sebut Jokowi Terganggu Manuver Menteri, Sekarang Bilang Begini.
  • Tuding Menkes Terjaring Mafia Vaksin, Relawan Jokowi: Emang Bener Kok.

Berita Terkait

Berita Terbaru