Pelaku Pembunuhan Istri Dokter Sudah Siapkan Linggis dan Pertalite, Paksa Korban Kasih Pin Sebelum Dibunuh

SUKOHARJO - Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengungkap hasil prarekonstruksi pembunuhan Yulia (42) seorang pengusaha kuliner dan peternakan ayam asal Wonogiri yang digelar di tujuh lokasi.

Polres Sukoharjo menggelar prarekonstruksi di antaranya di peternakan ayam di Dusun Ngesong, Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari.

Lalu rumah mertua tersangka EP, rumah kepala desa, Sungai Serenan, dan halaman toko bangunan tempat tersangka membakar korban dan mobil Daihatsu Xenia-nya.

Diketahui, pelaku berinisial EP sudah merencanakan pembunuhan itu dengan menyiapkan linggis.

”Total ada 38 adegan. Namun bertambah, seperti di TKP pertama kandang ayam. Semula ada 18 adegan, tapi berkembang jadi 20 adegan,” kata Bambang Yugo.

Menurut kapolres, selain motif bisnis, tersangka EP, 30, juga ingin menguasai harta benda korban, seperti uang tunai Rp8 juta dan Rp15 juta melalui transfer. Sampai saat ini belum ada tersangka lain yang terlibat.

”Tersangka satu, ada beberapa saksi kunci yang dihadirkan,” imbuh Yugo.

Dari prarekonstruksi, dipastikan korban meninggal di peternakan ayam. Tersangka warga Ngesong, Puhgogor ini sudah merencanakan pembunuhan sejak Senin (19/10) sekitar pukul 15.00. Bahkan pelaku sudah menyiapkan linggis, lakban, dan pertalite.

”Jadi, hari Senin itu korban janji akan datang ke sini hari Selasa. Pukul 17.00 hari Selasa korban sampai di sini. Korban meninggal di TKP 1 (kandang ayam,Red), tujuh kali pukulan di kepala bagian belakang dan kepala bagian depan,” ujarnya.

Terungkap pula, korban sempat mentransfer uang ke tersangka.

”Tersangka bilang kepada korban kalau dikasih tahu pin, nanti tidak akan dibunuh,” bebernya.

Namun, saat PIN sudah diberikan dan uang Rp15 juta sudah ditransfer, tersangka kembali memukul korban hingga meninggal.

”Setelah korban meninggal, tersangka membersihkan TKP, lalu pulang ke rumah untuk mandi,” ujarnya dikutip dari Pojoksatu.

Tersangka juga sempat menitipkan uang ke Plt Kepala Desa Puhgogor Suharno, yang hanya berjarak satu rumah dengan rumah tersangka. Uang tersebut untuk dibayarkan kepada B, warga setempat.

”Iya, ke rumah saya titip uang. Jumlahnya berapa saya tidak menghitung. Tersangka punya utang kepada B, anak sini juga. Saya sering ketemu dengan B, makanya dia titip ke saya,” kata Suharno. (dhe/pojoksatu/jpr/ima)

Baca Juga:

  • Kasus Covid-19 Capai 1.625, Masyarakat Brebes Diminta Waspada.
  • Resmikan Masjid Agung Pemalang, Junaedi Pamitan dan Minta Maaf.

Berita Terkait

Berita Terbaru