Pelariannya Libatkan Berbagai Pihak dan Berbiaya tinggi, MAKI: Penangkapan Djoko Tjandra Obat Rasa Malu Rakyat Indonesia

JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai penangkapan Djoko Tjandra sebagai obat rasa malu rakyat Indonesia.

"Tertangkapnya, Djoko Tjandra ini menjadi pengobat rasa malu seluruh rakyat Indonesia, karena merasa seperti diacak-acak seperti dibuat main-main sistem dan keamanan negara," katanya.

Sepak terjang Djoko Tjandra yang sukses membobol imigrasi, mendapatkan KTP, paspor serta pemberian perlindungan lainnya telah membuat malu rakyat Indonesia. Untuk itu perlu upaya Polri dalam mengungkap seluruh pelaku yang terlibat membantu Djoko Tjandra.

"Kemarin misalnya sudah ditetapkan tersangka Brigjen Prasetyo Utomo dan Anita Kolopaking maka rangkaian rangkaian yang lain terkait dengan surat jalan misalnya, penghapusan red notice agar ikut terungkap tersangka barunya kalau memang benar ada," ujarnya.

Diyakini Boyamin, proses pelarian Djoko Tjandra yang melibatkan berbagai pihak pasti memakai biaya tinggi. Karenanya, dia mendesak agar Polri mengungkap apakah terdapat tersangka baru dalam kasus ini.

"Sekalian dituntaskan untuk proses pidana dan penetapan kalau memang ada tersangka baru sepanjang cukup bukti dan cukup unsur segera ditindak. Misalnya ada oknum yang bermain-main mungkin dalam memberikan gratifikasi maupun berkaitan dengan membantu pelarian dan masuknya Djoko Tjandra," katanya.

Lebih jauh, dia menyarankan tertangkapnya Djoko Tjandra untuk dijadikan momentum perbaikan proses penegakan hukum terutama pada kasus korupsi di Indonesia. Termasuk memperbaiki tindak pidana pencucian uang, hingga perampasan harta pelaku tersangka korupsi.

"Itu semua supaya tidak akan terulang lagi kasus Djoko Tjandra yang karena kekuatan uangnya bisa melakukan segala hal sampai bisa disebut paket sempurna masuk, keluar dari Indonesia, bisa bikin KTP, paspor hingga dapat surat jalan dari oknum kepolisian," tutupnya.

Sedangkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan penangkapan Djoko Tjandra menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia.

"Penangkapan Djoko Tjandra menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan aparat penegak hukum di Indonesia," ucapnya.

Dia mengatakan penangkapan tersebut setidaknya telah mengakhiri rumor atau teka-teki tentang keberadaan Djoko Tjandra.

Hal ini, kata dia, juga menjadi pernyataan sikap yang tegas bahwa negara tidak bisa dipermainkan oleh siapa pun yang mencoba-coba bersiasat mengangkangi hukum di negara ini.

"Oleh karena itu, keberhasilan penangkapan ini harus diikuti dengan proses peradilan yang transparan hingga bisa menguak kasus tersebut secara terang benderang," ucapnya.

Yasonna juga berharap kasus buronnya Djoko Tjndra yang melibatkan sejumlah aparat penegak hukum bisa menjadi pelajaran. Sehingga tak ada lagi oknum lembaga penegak hukum yang bisa bermain-main dengan hukum di negeri ini.

"Negara tidak akan berkompromi soal ini," ucapnya. (gw/zul/fin)

Baca Juga:

  • Tak Ada Prediksi Akurat, Pengamat: Zona Hijau Bisa Tiba-tiba Berubah Jadi Merah Bahkan Hitam.
  • Mantan Pengacara Djoko Tjanda Anita Kolopaking Berakhir di Penjara, Usai Diperiksa 18 Jam.

Berita Terkait

Berita Terbaru