Pelecehan Seksual Bungkus Kain Jarik Viral, Subjek Riset Gilang Kebanyakan Laki-laki

SURABAYA - Nama Gilang hari ini jadi trending topic di Twitter. Perbincangan ramai warganet diinisiasi oleh Fikri, pemilik akun Twitter @m_fikris yang menceritakan kronologi pelecehan seksual yang diterimanya dari Gilang.

Awalnya, pada tahun lalu, ketika Fikri masih menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas negeri di Surabaya, ia diajak berkenalan oleh Gilang (yang berkuliah di universitas negeri lain di kota yang sama) via media sosial.

Komunikasi Gilang dan Fikri berlanjut melalui WhatsApp. Gilang memperkenalkan diri sebagai mahasiswa angkatan 2015 yang sedang membuat riset dan mengajak Fikri untuk menjadi salah satu subjek risetnya.

Tidak seperti riset pada umumnya, Gilang meminta Fikri untuk membungkus seluruh tubuhnya dengan kain dan mengikatnya dengan lakban sehingga ia tidak bisa bergerak leluasa. Alasannya, dengan melakukan hal tersebut, diri seseorang yang sesungguhnya bisa terlihat, begitu juga dengan luapan-luapan emosinya.

Meskipun mulanya merasa takut karena diminta untuk melakukan hal yang menurutnya aneh, Fikri masih mengikuti instruksi Gilang.

Fikri merasa kasihan karena Gilang sudah duduk di semester 10. Terlebih Gilang memohon-mohon kepada Fikri untuk menjadi subjek risetnya. Fikri merasa tidak enak menolak permintaan Gilang karena dia adalah seniornya.

Fikri meminta bantuan salah satu temannya untuk melakukan instruksi Gilang keesokan harinya.

Setelah berjam-jam melakukan hal tersebut, Fikri mendapati perlakuan aneh dari Gilang berupa ucapan menggoda (“Sini peluk”), dengan ditambah “Canda, dek”.

Tidak hanya itu, Gilang juga meminta teman Fikri yang membantu dia untuk juga membungkus diri.

Kejanggalan demi kejanggalan terus terjadi setelah itu. Mulai dari ujaran menggoda lain, sikap memaksa dan mengancam jika Fikri tidak mau lanjut melakukan instruksinya.

Selain mengancam akan bunuh diri, Gilang juga menangis-nangis memohon kepada Fikri agar bersedia membungkus diri.

Setelah kasus ini viral di media sosial, satu per satu orang yang mengenal Gilang dan sempat diminta membungkus diri atas nama riset mulai angkat suara.

Ada yang menyertakan tangkapan layar berisi ucapan Gilang yang menggoda dan merasa jijik terhadapnya. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki dan merupakan mahasiswa baru atau di bawah tingkat kuliah Gilang.

Gilang sendiri diketahui tercatat sebagai mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair membenarkan bahwa Gilang adalah mahasiswanya. Nama lengkapnya Gilang Aprilian Nugraha Pratama. Ia duduk di semester 10.

Saat ini pihak Unair masih melacak keberadaan Gilang. Unair juga sudah menyiapkan sanksi drop out (DO) atau dikeluarkan dari kampus jika Gilang terbukti melakukan pelecehan seksual modus bungkus kain jarik.

“Kalau nanti diverifikasi benar, ada tindakan tegas. Bahkan ada tindakan maksimal, bisa dipecat. Tentu kita masih lacak (keberadaan Gilang), diverifikasi,” ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Suko Widodo, Kamis (30/7) dikutip dari Pojoksatu.

Menurut Suko, pihak kampus masih terus melacak keberadaan Gilang. Pihak kampus juga berupaya menghubungi Gilang dan keluarganya. Namun tak ada nomor kontaknya yang bisa dihubungi. (one/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Diduga Lakukan Pemerasan dan Rampas Kendaraan, Seorang Kades di Brebes Dilaporkan ke Polisi.
  • Makamkan PDP Covid-19,Dua Pegawai RSUD dr Soeselo Slawi Dimassa Warga dan Harus Dilarikan ke Rumah Sakit.

Berita Terkait

Berita Terbaru