Pemasok Energi Listrik Pengaruhi Perkembangan Sektor Perekonomian

Ketahanan energi menjadi elemen penting dalam konstelasi kebijakan pembangunan dengan orientasi mewujudkan Indonesia Maju dan berdaya saing.

Kemampuan pemerintah dalam menciptakan ketersediaan, memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kapasitas pasokan energi listrik sangat mempengaruhi perkembangan sektor perekonomian, terutama di bidang industri dan UMKM.

Bupati Tegal Umi Azizah, Selasa (13/10) mengatakan, pengembangan sektor industri menjadi tumpuan harapan bagi pembangunan ekonomi sebuah wilayah. Terutama dalam meningkatkan nilai tambah produk dan menyerap tenaga kerja.

Salah satu manfaat dari berkembangnya sektor industri ini adalah pertumbuhan UMKM, baik sebagai pemasok rantai industri maupun dampak turunannya dari perkembangnya kegiatan industri itu sendiri.

"Menurut data yang diperoleh hingga Desember 2019, PLN telah mengoperasikan 7.981 megawatt pembangkit listrik dari energi terbarukan, seperti tenaga hidro, bayu, surya, dan biomassa," katanya.

Dengan harapan, tambah Umi Azizah, pemanfaatan energi terbarukan tersebut mampu mencapai 15000 megawatt pada 2028. Pemerintah Kabupaten Tegal telah membuka kesempatan investasi kepada PT Akuo Energi Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di tiga desa wilayah Kecamatan Margasari dengan kapasitas 67,2 megawatt atau setara 215,5 gigawatt per tahun. Dengan harapan, kapasitas tersebut mampu melayani kebutuhan listrik 198.000 penduduk.

"Saya titip dan mohon dukungannya agar proyek investasi di bidang energi baru dan terbarukan tersebut bisa terealisasi," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ramson Siagian mengatakan, Kabupaten Tegal, Brebes, dan Pemalang mempunyai potensi pengembangan industri baru di waktu yang mendatang, karena terjadi pergeseran industri dari Cina ke Indonesia.
Dengan meningkatnya industri, maka kebutuhan energi listrik akan terus bertambah dan mengimbau PLN meningkatkan keandalan listrik khususnya di wilayah Tegal, Brebes, dan Pemalang. (guh/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru