Pembunuh Wanita yang Mayatnya Dibuang ke Kolam Buaya Ngaku Hanya Berteman Tapi Kerap Berhubungan Badan

BERAU - Kasus pembunuhan Fransisca Wahyu Retno Panuntun yang dibunuh oleh pria selingkuhannya Ricky Ashari alias RA (34) dan mayatnya dibuang ke kolam penangkaran buaya mulai terang benderang.

Polisi mengungkap fakta baru soal hubungan keduanya yang ternyata hanya teman. Fransisca dan Ricky Ashari sama-sama sudah berkeluarga. Bahkan korban memiliki anak yang baru berusia 9 bulan.

Kepada polisi, Ricky Ashari mengaku baru kenal dengan Fransisca dua bulan belakangan. Meski begitu, keduanya sudah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri. Ricky Ashari mengatakan tidak pacaran dengan korban.

“Pengakuan pelaku kenal korban dua bulanan. Ketemunya di mana kita belum tanya sih di mana. Mereka ini nggak pacaran. Hanya teman saja, tapi mereka beberapa kali berhubungan badan,” kata Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly dikutip dari Pojoksatu.

Rido menjelaskan, polisi telah memeriksa beberapa saksi, termasuk suami Fransisca. Namun suami Fransisca mengaku tidak mengenal Ricky Ashari.

Sempat Pamit ke Suami

Fransisca merupakan pekerja lepas di beberapa kafe di Berau. Ia sempat pamit kepada suaminya pada Selasa malam Rabu (20/10) untuk pergi bekerja.

Rupanya, Fransisca sudah janjian untuk bertemu dengan selingkuhannya, Ricky Ashari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.

Fransisca dijemput Ricky Ashari di rumah sakit. Keduanya pergi ke salah satu tempat untuk melakukan hubungan suami istri.

Setelah itu, keduanya mendatangi tempat hiburan malam (karaoke) di arah Labanan, Teluk Bayur. Setelah melakukan aktivitas di tempat hiburan, mereka berdua jalan pulang.

“Di jalan pulang itu, karena perbuatan persetubuhannya akan dilaporkan ke keluarga pelaku, maka pelaku langsung terdorong melakukan tindakan pembunuhan itu. Kejadian itu juga dilakukan pada tengah malam,” kata AKP Rido Doly.

Dibunuh dan Dibuang ke Kolam Buaya

Ricky Ashari menghabisi Fransisca di dalam mobil usai melakukan ML (making love) dengan korban. Mayat korban dibuang ke kolam penangkaran buaya di Mayang Mangurai Kecamatan Teluk Bayur, Berau, Kalimantan Timur.

Ricky menjerat leher Fransisca dengan tali hingga tewas. Diduga, Ricky Ashari diduga sudah merencanakan pembunuhan itu karena takut dilaporkan oleh korban. Pelaku membuang mayat korban ke kolam buaya untuk menghilangkan jejak.

Ricky berharap mayat korban dimakan buaya. Namun usaha Ricky Ashari tak berjalan mulus. Mayat korban tersangkut di ranting di tepi kolam dan ditemukan oleh warga setempat.

“Mayat korban sengaja ditaruh di kolam buaya agar jasad korban jadi santapan buaya. Tapi tidak sampai dimakan buaya, karena mayatnya nyangkut di tepi kolam,” kata Rido.

Ricky Ashari Ditembak

Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pelaku Ricky Ashari. Berkat kerja sama dan koordinasi kepolisian, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku yang melarikan diri ke Kalimantan Tengah usai melakukan aksinya.

“Pada 25 Oktober lalu kita sudah mendapatkan pelaku yang melarikan diri ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah,” ujar Rido, seperti dilansir Prokal.

“Penangkapan ini tidak membutuhkan waktu lama. Karena kami terus konsisten mengumpulkan bukti secara terus menerus dan sampai mendapatkan bukti yang tepat,” imbuhnya.

Ricky Ashari ditembak karena berusaha melawan saat ditangkap. Kedua kaki Ricky tampak terluka. Dia berjalan pincang saat rilis kasus di Mapolres Berau.

Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning menjelaskan, kasus pembunuhan ini terungkap berkat pemeriksaan maraton terhadap 15 orang saksi.

Dari hasil pemeriksaan saksi, pelaku mengarah kesatu nama, yakni Ricky Ashari, warga Jalan Durian III, Tanjung Redeb.

Selain itu, dari barang bukti yang didapat di tempat kejadian perkara (TKP), juga mengarah kepada pegawai swasta tersebut.

“Pelaku sudah diamankan di Kalimantan Tengah. Pelaku bersembunyi di salah satu indekos milik keluarganya di sana,” ucapnya. (one/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Kasus Covid-19 Capai 1.625, Masyarakat Brebes Diminta Waspada.
  • Resmikan Masjid Agung Pemalang, Junaedi Pamitan dan Minta Maaf.

Berita Terkait

Berita Terbaru