Peminat Vaksin Jenis Pfizer di Kabupaten Tegal Sedikit, Ini Alasannya

SLAWI - Peminat vaksin Covid-19 jenis Pfizer di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi terbilang sedikit. Selain merasa asing dengan vaksin jenis itu, warga di Desa Kalisapu mayoritas sudah divaksin.

Koordinator Imunisasi Puskesmas Slawi Prima Noviani, Rabu (27/10) mengatakan, vaksin jenis Pfizer kali pertama digunakan di Kabupaten Tegal pada Senin (25/10). Kali ini, vaksin itu didistribusikan di Desa Kalisapu Kecamatan Slawi. Namun peminat warga sangat sedikit.

Kurangnya animo warga di Desa Kalisapu ini karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

Di antaranya karena sebagian warga sudah divaksin. Selain itu masih ada yang merasa takut atau enggan divaksin. Belum lagi yang terkendala masalah kesehatan, dan masih merasa asing dengan vaksin jenis Pfizer ini.

"Jika dibandingkan vaksinasi sebelum-sebelumnya, bisa dibilang ini yang paling sedikit peminatnya," katanya.

Vaksin Covid-19 jenis Pfizer, tambah Prima, sebenarnya sama dengan jenis vaksin yang lainnya. Perbedaan hanya terletak pada dosis vaksin yang disuntikkan yaitu untuk vaksin Pfizer 0,3 ml per dosis sedangkan jenis lainnya 0,5 ml per dosis.

"Kalau vaksin Covid-19 jenis Pfizer jarak suntik dosis pertama dan kedua itu 21 hari. Sebetulnya sama saja, efek setelah vaksin ya sama dengan yang lainnya, perbedaan hanya di dosisnya saja," tambahnya.

Sementara itu, Kaur Umum Kelurahan Kalisapu Siti Wasilah mengemukakan, delapan kali terselenggara kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di Desa Kalisapu, baru kali ini animo warga kurang bahkan cenderung sepi.

Padahal biasanya warga selalu antusias dan stok vaksin selalu kehabisan sebelum jam kegiatan selesai. Pihaknya juga sudah menginformasikan mengenai kegiatan vaksinasi hari ini. Baik melalui pesan WhatsApp di grup, secara langsung dan memanfaatkan masjid atau musala untuk menyiarkan informasi.

"Biasanya target selalu terpenuhi bahkan sampai kekurangan. Makanya ini saya juga heran kenapa sepi sekali peminatnya, mungkin karena warga belum terlalu familiar dengan jenis yang Pfizer sehingga merasa takut atau ragu," ucapnya.

Beberapa kemungkinan penyebab mengapa antusiasme warga menurun, lanjut Siti, karena mayoritas warga sudah divaksin (dosis 1 dan 2).

"Biasanya sebelum jam selesai, stok vaksin sudah habis. Ini sampai jam 11.00 WIB masih sepi, benar-benar baru pernah kejadian vaksinasi massal sepi," terangnya. (guh/ima/zul)

Baca Juga:

  • Kecelakaan di Tikungan Jalur Obyek Wisata Guci, Bus Terjun dan Miring Dalam Parit.
  • Bubarkan Paksa Massa, Aksi 212 Teriakkan Brimob Zalim!.

Berita Terkait

Berita Terbaru