Pemkab Tegal Fasilitasi Penyerahan 400 Unit Program Konversi BBG kepada Petani

SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal memfasilitasi penyerahan bantuan paket program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk mesin pompa air kepada petani.

Penyerahan dilakukan di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Tegal, Rabu (18/11) siang.

Dalam sambutan yang dibacakan Staff Ahli Bupati bidang Perekonomian Pembangunan dan Keuangan Berlian Aji, Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, pemenuhan kebutuhan air untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian mutlak diperlukan. Sarpras pengairan sudah banyak difasilitasi oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Salah satunya berupa pompa air.

"Umumnya, pompa air yang digunakan memakai tenaga penggerak yang menggunakan bahan bakar minyak. Itu, tentunya dapat menambah biaya pertanian karena harganya yang semakin mahal," katanya.

Menurutnya, program konservasi sejalan dengan Perpres Nomor 38/2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan LPG 3Kg untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran.

Hal itu, untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan energi ramah lingkungan.

"Tujuan konservasi ini untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus menekan biaya bahan bakar. Ini wujud komitmen pemerintah untuk membantu petani," katanya.

Ditambahkannya, untuk tahap awal diserahkan 400 paket kepada petani. Selanjutnya, para petani diminta untuk merawat dan menggunakannya dengan baik. Sehingga bisa dirasakan manfaatnya utamanya untuk meningkatkan perekonomian.

Perwakilan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementrian ESDM Sugiarto mengatakan, program konservasi itu sudah dimulai 2019. Saat itu, dibagikan 1.000 paket untuk sejumlah kabupaten/kota di Pulau Jawa. Untuk itu, tahun ini, kembali diberikan program bantuan 10.000 paket bagi 24 kabupaten/kota.

"Khusus Kabupaten Tegal sebanyak 400 paket. Harapannya bisa bermanfaat utamanya di masa pandemi Covid-19. Apalagi hasil evaluasi tahun lalu ternyata mampu menghemat sekitar 50 persen untuk bahan bakar,” ujarnya. (muj/ima)

Baca Juga:

  • Bilang Sakit Tanpa Surat Keterangan Dokter, Polisi Tak Terima Alasan Habib Rizieq Mangkir.
  • Dikenal Rajin Beribadah dan Jarang Sakit, Seorang Perawat di Pemalang Meninggal Dunia Terinfeksi Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terbaru