Pemkab Tegal Fokus Pemulihan Ekonomi dan Lapangan Kerja

SLAWI - Pemkab Tegal akan fokus pada pemulihan ekonomi dan perluasan lapangan pekerjaan. Angka pengangguran juga akan terus ditekan supaya perekonomian di Kabupaten Tegal kembali normal.

Bupati Tegal Umi Azizah, Senin (5/4) mengatakan, dirinya
akan menekan angka pengangguran dari 9,82 persen di tahun 2020 menjadi 9,53 persen di tahun 2022 mendatang. Angka itu adalah perkiraan minimal dalam situasi pandemi.

Jika penularan Covid-19 bisa dikendalikan dan target program vaksinasi nasional berhasil dicapai, tentu penurunannya akan lebih besar dari itu.

"Kita akan menekan angka pengangguran. Makanya pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tegal Tahun 2022 harus lebih terarah," katanya.

Upaya pemulihan ekonomi, tambah Umi Azizah, diperlukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat setelah banyak sektor terdampak akibat pembatasan aktivitas sosial. Sejumlah upaya seperti stimulan pinjaman usaha mikro melalui skema kredit usaha rakyat daerah dan afirmasi lainnya pada pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan konsumsi masyarakat yang diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi hingga 3,5 persen.

Pemkab Tegal juga menekan angka kemiskinan supaya tidak bertambah. Setidaknya bisa ditekan di angka 8,21 persen di tahun 2022 mendatang.

"Saat ini Pemkab Tegal masih melanjutkan program jaminan sosial three J. Program itu terdiri dari jaminan rumah, jaminan kesehatan, dan jaminan hidup untuk warga miskin yang tidak terlayani pendanaan program bansos pemerintah pusat maupun provinsi," tambahnya.

Menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, lanjut Umi Azizah, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan dan memulihkan kondisi perekonomian tentunya akan menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan.

Selain program prioritas itu, pihaknya juga terus berupaya merealisasikan sembilan program unggulannya secara bertahap di 2022 sebagai janji politiknya hingga tahun 2024 mendatang.

Program itu tentunya disesuaikan dengan potensi keuangan daerah serta dampak dari upaya penanganan pandemi Covid-19. Adapun, sembilan program itu yakni, pembangunan sentra pelayanan publik prima, penumbuhan wirausaha muda, perluasan lapangan kerja dan investasi prorakyat, penguatan jaringan infrastruktur dan jalan bebas lubang serta pengembangan wilayah, penataan lingkungan permukiman kumuh dan rumah sehat bagi warga miskin.

Selain itu, penanganan dampak Covid-19, penataan Kota Slawi, peningkatan kualitas lingkungan hidup, pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik, pembinaan olahraga, pemberdayaan pemuda dan pelestarian budaya.

"Semoga program unggulan itu bisa terwujud semua," imbuhnya. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Oknum TNI-Polri Ribut Lagi, Seorang Anggota Brimob Tewas, Satu Personel Kopassus Terluka.
  • Jawab Tantangan Debat Jozeph Paul Zhang, Gus Yaqut: Tanggung Jawab Omongannya Saja Gak Berani, kok Nantang Debat?.

Berita Terkait

Berita Terbaru