Pemkab Tegal Harus Memiliki Ikon Kebudayaan saat Peringati Hari Jadi

SLAWI - Usulan menarik dilontarkan dosen Universitas Pancasakti (UPS) Tegal terkait perayaan hari jadi Kabupaten Tegal ke-420 ini.

Perayaan yang rutin digelar satu tahun ini harus memiliki greget, sehingga harus ada ikon kebudayaan.

Dr Purwo Susongko pada diskusi yang digelar Nasionalis Tegal Forum, Selasa (18/5) mengatakan, terkait dengan perayaan hari jadi ke-420 Kabupaten Tegal perlu ada ikon kebudayaan. Karena masyarakat sekarang begitu rindu dalam pelestarian budaya.

Di Solo ada wayang wong di Sriwedari, Jogja punya Prambanan dengan pementasan Ramayana-nya.

"Agar menarik perhatian dan lebih dikenal masyarakat luas, maka Kabupaten Tegal perlu menciptakan ikon-ikon budaya itu,'' katanya.

Sedangkan tokoh masyarakat, Bambang Purnama menguraikan soal esensi dari perayaan hari jadi Kabupaten Tegal.

Semangat Ki Gede Sebayu ketika datang ke Tegal membendung Sungai Gung di Danawarih agar bisa dinikmati seluruh masyarakat Tegal merupakan cermin sosok pemimpin yang memberi manfaat kepada masyarakat.

Sementara tokoh lainnya, Teguh Puji Harsono menyebutkan banyak ikon budaya Tegal yang diwarisi leluhur sarat akan makna. Ini yang perlu dipelajari oleh masyarakat Tegal.

"Semua harusnya mampu menangkap esensinya. Seperti sayembara menebang pohon jati, yang sejatinya ditangkap bahwa jati itu jati diri pada titik kepribadian berbudi luhur," urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Porapar Saidno menyampaikan, pihaknya siap memfasilitasi dan mendukung masukan dari berbagai elemen masyarakat agar perayaan hari jadi Kabupaten Tegal benar-benar menjadi milik masyarakat.

"Masukan dalam diskusi ini akan disampaikan agar pelaksanaan ke depan bisa menjadi pertimbangan," tandasnya. (guh/ima)

Baca Juga:

  • 18 Orang Terjaring Razia Kos-kosan, Ada yang Sedang Asik Bertiga di Kamar.
  • Bantai Satu Keluarga dengan Sadis, Sembilan Anggota Teroris MIT terus Diburu.

Berita Terkait

Berita Terbaru