Pemkab Tegal Kecolongan, Ditutup 2017 Ternyata di Eks Lokalisasi Peleman Masih Ada yang Terima Tamu

SLAWI - Tewasnya Sulastri alias Lusi (19), warga Desa Margasari Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur di salah satu rumah di eks Komplek Lokasisasi Peleman Kabupaten Tegal, Senin (24/1), akan diinvestigasi Satpol PP.

Pasalnya lokalisasi di Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi yang berada persis di pinggir Jalur Pantura Jakarta-Semarang itu sudah ditutup permanen sejak pertengahan 2017 lalu.

Karenanya, Satpol PP juga kaget ketika mengetahui masih ada bangunan yang digunakan untuk berbisnis syahwat tersebut. Satpol PP berjanji akan melakukan investigasi ulang dan menertibkan bangunan yang diketahui melanggar aturan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Supriyadi mengatakan satuannya segera melakukan investigasi ulang dalam waktu dekat. Ditegaskan Kepala Satpol PP, seharusnya tidak ada aktivitas-aktivitas bisnis yang sama seperti saat belum ditutup hampir lima tahun lalu.

"Peleman segera akan diinvestigasi ulang," tegasnya.

Terkait masih adanya sejumlah wisma yang masih beroperasionalisasi, tambah Supriyadi, Satpol PP tidak tahu pastinya. Apalagi, jika dihubungkan dengan keberadaan wisma-wisma di sepanjang Jalur Pantura.

Hanya saja, Kepala Satpol PP, berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang berwenang mengeluarkan perizinan. Menurutnya, jika para pemilik wisma masih mengantongi izin yang berlaku, Satpol PP tidak bisa berbuat banyak.

"Satpol PP hanya bisa mengimbau. Tetapi jika memang diketahui masih ada wisma yang beroperasionalisasi di eks Lokalisasi Peleman ya akan kita tindak," tambahnya.

Terkait tewasnya perempuan muda yang disinyalir dibunuh teman kencannya, Supriyadi meminta warga dan masyarakat di sekitar eks Lokalisasi Peleman bersama-sama melakukan pengawasan. Sehingga kejadian seperti, Senin (24/1) dini hari, kemarin tidak terulang.

"Kalau dibebankan ke Satpol PP saja, jelas tidak mungkin. Apalagi saat ini, personel Satpol PP sedang difokuskan pada kegiatan penanganan Covid-19. Karenanya, semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah harus saling bersinergi," tutupnya. (guh/zul)

Baca Juga:

  • Menikah dengan Sahabat Ibunya, Juwita Bahar Buka-bukaan Urusan Ranjang.
  • Pemerintah Sediakan Lagi Minyak Goreng Seliter Rp14 Ribu, Begini Cara Mendapatkannya.

Berita Terkait

Berita Terbaru