Pemkab Tegal Siapkan Duit Rp3,37 Miliar untuk Pengadaan Bansos Termasuk Jaminan Hidup Lansia

SLAWI - Pemkab Tegal menganggarkan dana bantuan sosial (bansos) Rp3,37 miliar. Dana ini digunakan untuk bantuan sembako sebanyak 3.132 paket, termasuk untuk pasien Covid-19, dan program jaminan hidup (jadup) lansia sebanyak 666 jiwa.

Bupati Tegal, Umi Azizah mengungkapkan sepanjang 2021, sebanyak 974.124 jiwa penduduk di Kabupaten Tegal masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos RI. Mereka terdaftar sebagai penerima bansos, baik dari Pemerintah Pusat, Pemprov Jawa Tengah, maupun Pemkab Tegal.

Selain itu, sepanjang tahun 2021, Pemkab Tegal juga telah memfasilitasi pembayaran bantuan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada 68.533 orang penerima manfaat dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Alhamdulillah di tahun 2021 lalu angka kematian bayi kita turun menjadi 5,05 dibandingkan tahun sebelumnya yang di angka 6,9," katanya.

Begitu pula dengan kasus stunting, tambah Umi Azizah, juga mengalami penurunan menjadi 12,18 persen di tahun 2021. Angka ini lebih rendah dari rata-rata di Jawa Tengah yang masih di angka 20 persen.

Dirinya tidak menampik, pengaruh pandemi covid-19 terhadap kehidupan masyarakat Kabupaten Tegal sangat kuat. Terlebih, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan laju kasus penularan varian Delta yang mencapai puncaknya di bulan Juni dan Juli 2021 lalu telah menekan aktivitas ekonomi dan menurunkan daya beli warganya.

"Dampaknya, angka kemiskinan di Kabupaten Tegal meningkat dari 7,64 persen di tahun 2019 menjadi 8,14 persen di tahun 2020 dan kembali meningkat di tahun 2021 menjadi 8,60 persen," tambahnya.

Demikian pula dengan tingkat pengangguran terbuka, lanjut Umi Azizah, saat ini sudah menyentuh angka 9,97 persen. Selama pandemi, angka kemiskinan di Kabupaten Tegal memang bertambah, meski masih tergolong 10 besar terendah di Jawa Tengah.

Akan tetapi, pengangguran ini cukup tinggi. Artinya, sebagian warga pengangguran tidak miskin dan mereka masih memilih jenis usaha atau pekerjaan yang tepat dengan upah atau gaji yang pantas.

"Kiranya ini yang menjadi tantangan ke depan," pungkasnya. (guh/zul)

Baca Juga:

  • Pemkab Tegal Kecolongan, Ditutup 2017 Ternyata di Eks Lokalisasi Peleman Masih Ada yang Terima Tamu.
  • Terduga Pembunuh Wanita Muda di Peleman Disebut Serahkan Diri ke Polisi.

Berita Terbaru