Pemkab Tegal Sudah Membangun Akses Jalan Tembus Padukuhan Sawangan

BUMIJAWA - Pemkab Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) secara bertahap membangun akses jalan tembus yang menghubungkan antara Pedukuhan Sawangan di lereng Gunung Slamet dengan Desa Sigedong di Kecamatan Bumijawa.

Tahun 2021 ini, pembangunan jalan tersebut sudah mencapai 2,5 kilometer, sehingga masih menyisakan sekitar 3,1 kilometer.

Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, pembangunan jalan yang membelah hutan itu dilakukan secara bertahap karena anggarannya cukup besar.

Untuk tahun 2021 ini dianggarkan Rp2,85 miliar. Anggaran itu untuk pembangunan jalan telford dan rigid beton setebal 10 sentimeter dengan lebar 5 meter sepanjang 908 meter.

"Jalan tembus di Padukuhan Sawangan berketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut," katanya.

Pembangunan jalan ini, tambah Umi, bertujuan untuk mendukung perekonomian warga, kemudahan akses orang, barang, dan jasa.

Selain itu juga berfungsi sebagai jalur evakuasi bencana, khususnya bagi warga Dukuh Sawangan yang merupakan pedukuhan terakhir di Desa Sigedong.

Dengan dibangunnya jalan rigid beton sepanjang 908 meter di tahun ini, maka total panjang jalan ruas Sigedong-Sawangan yang berhasil dibangun sejak 2019 lalu mencapai 1,5 kilometer. Pembangunan menyisakan 3,1 kilometer untuk sampai ke Dukuh Sawangan.

"Sisanya akan kita selesaikan secara bertahap, setiap tahun akan kita sediakan anggarannya,” tambahnya.

Dirinya berharap, lanjut Umi, para anggota DPRD Kabupaten Tegal juga dapat mendukung rencana pengalokasian anggaran tersebut sampai pembangunan jalan menuju Sawangan tuntas.

Karena selama ini, masyarakat yang bermukim di Dukuh Sawangan selalu mengakses jalan di wilayah Kabupaten Brebes. Jalan itu berada di perbatasan antara Kabupaten Tegal dengan Brebes.

Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Tegal Hery Suhartono menuturkan, kendaraan truk, terutama yang mengangkut beban berat tidak diizinkan masuk.

Hanya kendaraan ringan saja yang bisa melintas mengingat rigid beton yang dibangun ini tanpa tulangan, sehingga pembebanan berat bisa merusak konstuksi badan jalan. Untuk mencegah truk masuk bisa dipasang portal di akses jalan masuknya.

Pekerjaan pembangunan jalan tembus Sigedong-Sawangan tahap tiga oleh CV Cahaya Tiga Dara ini memiliki risiko tinggi karena kondisi medannya yang cukup berat.

Mobilisasi alat berat di medan terjal itu tidak mudah, termasuk distribusi material bangunannya yang harus dilangsir, sehingga pelaksanaannya selama 90 hari kerja benar-benar dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Direktur CV Cahaya Tiga Dara Moh. Nuruzi Sulaiman mengakui, pekerjaan tersebut memang sangat berat. Sebab, kondisi medan sangat sulit sehingga harus kerja ekstra siang dan malam.

Bahkan, kendaraan berat yang membawa material sempat akan masuk jurang, karena medan naik turun sangat curam. Pengecoran dilakukan dari bawah, kemudian dilansir, karena kondisinya tidak memungkinkan. (ADV/guh/ima)

Baca Juga:

  • Bukan 1, Polisi Akui Terima 3 Laporan Terkait Dugaan Benny K Harman Tampar Pegawai Restoran.
  • Jika Nasdem Bersama Golkar, PAN, PPP, dan PKB Usung Ganjar, Pengamat: Ini Skenario Jegal Anies Baswedan.

Berita Terkait

Berita Terbaru