Pemkot Tegal Harus Segera Buka Data Terbaru Covid-19, Supaya Warganya Tidak Panik

TEGAL - Beredar massifnya informasi terkait puluhan tenaga medis di Kota Tegal yang terkonfirmasi positif covid-19, sudah menjadi konsumsi publik. Itu dikhawatirkan akan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Karenanya, Pemkot Tegal diminta untuk segera menyampaikan kepada publik terkait perkembangan terbaru kasus covid-19. Sehingga tidak berkembang liar di kalangan masyarakat.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Tegal, Sarwo Edi mengatakan sudah menjadi konsumsi masyarakat bahkan nasional ada 26 petugas medis yang terkonfirmasi covid-19. Karenanya, dia berharap agar Pemkot Tegal transparan (terbuka) dalam menangani perkembangan penyebaran pasien atau suspek Covid-19.

"Keterbukaan informasi sangat penting agar tidak terjadi kepanikan bagi masyarakat," ujarnya.

Jika sudah ada yang positif, kata Sarwo, harapannya untuk selalu disampaikan ke masyarakat. Begitu juga yang negatif terjangkit virus corona, dan sudah sejauh mana perkembangannya.

"Keterbukaan informasi ini, juga perlu agar masyarakat bisa melakukan langkah-langkah antisipatif seperti yang telah disosialisasikan pihak beberapa tim relawan mandiri yang dibentuk,ā€¯tandasnya.

Sarwo menambahkan, jika Pemkot tidak terbuka, dimhawatirkan akanterjadi kesimpang siuran informasi dan akan berimbas kepanikan di tengah-tengah masyarakat.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengatakan dirinya sudah mendengar adanya kabar lonjakan kasus yang cukup banyak melalui media sosial. Namun, dirinya tidak ingin menduga-duga sebelum ada data resmi.

"Untuk itu, kami berharap Pemkot Tegal bisa lebih transparan dalam menyampaikan data ke publik," tandasnya.

Sementara dari informasi yang diperoleh direncanakan akan ada penyampaian resmi dari Pemkot Tegal terkait persoalan itu. Rencananya, Jumat (7/8) siang ini, akan digelar pers conference oleh Wakil Wali Kota Tegal. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Mengerikan! Djumadil dan Laeli Sempat Tidur Bareng Potongan Tubuh Korban Karena Kelelahan usai Mutilasi.
  • Penuturan Teman Seangkatan Pembunuh dan Pemutilasi Sadis asal Tegal, Dulu Laeli Alim, Pintar, dan Berhijab tapi Berubah Setelah Kuliah.

Berita Terkait

Berita Terbaru