Pemuda Lulusan S2 Pelopori Ternak Domba Komunal, Kini Kelola 600 Ekor dan 50 Sapi

SLAWI - Dian Widianto (35) pemuda sarjana lulusan S1 dan S2 di Universitas Gajah Mada jurusan Pertanian menggeluti usaha tani ternak domba. Warga Desa Kemuning Kecamatan Kramat ini,
awalnya hanya memelihara 11 ekor domba pada tahun 2011 dan kini berkembang menjadi 600 ekor domba dan 50 ekor sapi.

Bupati Tegal Umi Azizah, Jumat (12/11) mengaku tertarik dengan kegigihan ini. Bersama dengan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Khofifah, Umi mengunjungi lokasi kandang ternak komunal.

Di sana dirinya berdialog dengan Dian, ketua kelompok tani ternak Domba Berkah beserta 21 orang anggotanya.

Dirinya mengapresiasi kepeloporan pemuda Desa Kemuning yang mampu menggerakkan kewirausahaan bidang pertanian warga setempat. Dengan mendayagunakan potensi desa untuk menangkap peluang yang ada. Karena Tegal terkenal karena kuliner sate kambingnya.

"Ini pula yang membuat kebutuhan daging kambing di Tegal sangat tinggi, bisa mencapai 800 hingga 900 ekor per harinya. Jumlah tersebut belum bisa dipenuhi semuanya dari peternak lokal, dan saya memandang ini adalah peluang,” katanya.

Di masa pemulihan ekonomi nasional, tambah Umi, dirinya berharap sektor usaha yang sempat lesu atau bahkan terhenti bisa bangkit kembali. Di bidang peternakan, pihaknya siap melakukan upaya pendampingan usaha, termasuk fasilitasi pinjaman kredit usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Daerah di Bank Tegal Gotong Royong (TGR) dengan bunga pinjaman 0,26 persen per bulan.

Keberhasilan kelompok tani Domba Berkah dalam mengembangkan usahanya dengan konsep kandang komunal ini patut ditiru. Menurutnya ada simbiosis mutualisme antara kelompok tani ternak dengan pemerintah desa setempat yang menyiapkan aset lahannya untuk disewakan, sehingga bernilai produktif.

"Dari pengalaman dan keberhasilan yang sudah diraih kelompok tani ternak Domba Berkah bersama Pemdes Kemuning, mudah-mudahan bisa menginspirasi desa-desa lainnya untuk mengembangkan potensi yang ada," tambahnya.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Khofifah mengungkapkan, pihaknya siap memfasilitasi upaya pemenuhan kebutuhan petani ternak. Dari mulai sarana prasarana, keterampilan budidaya hingga pengolahan hasil ternak.

Untuk itu, dirinya akan menggandeng dan melibatkan stakeholders terkait dari tingkat pemerintah desa hingga kementerian pertanian.

Dinas akan gandeng para mitra untuk bekerjasama dan menjadikan ini sebagai role model untuk dicontoh peternak lainnya di Kabupaten Tegal. Sehingga harapannya untuk bangkit dan pulih dari pandemi secepatnya bisa terealisasi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Domba Berkah Dian Widianto mengaku, memiliki tekad ingin memajukan perekonomian masyarakat desa melalui budidaya ternak ini. Dukungan anggota kelompok tani ternak sangat mempengaruhi perkembangan usaha bersama di lahan sewa milik desa seluas 1.700 meter persegi tersebut.

Dirinya mengaku, saat ini jumlah anggota Kelompok Domba Berkah ada 22 orang, dengan rata-rata satu orang peternak mengelola 20 ekor kambing. Di Domba Berkah ini ada 22 orang dan semuanya warga Kemuning.

Masing-masing anggota memiliki sekitar 20 ekor domba. Dirinya bersama kelompoknya membuka diri pada setiap orang yang ingin belajar mengelola peternakan komunal. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.
  • Diduga Menyindir Irjen Ferdy Sambo, Ahmad Sahroni Singgung soal Suami Penyuka Sesama Jenis.

Berita Terkait

Berita Terbaru