Pemudik yang Tiba di Brebes Terbanyak se Jawa Tengah

BREBES - Dari total 1.639 Rukun Warga (RW) di Kabupaten Brebes, baru ada 910 RW atau 55,52 persen saja yang melaporkan warganya yang pulang kampung. Hal itu terlihat dari data aplikasi Jogo Tonggo per Kamis (13/5) lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes Subagyo mengatakan, di Kabupaten Brebes sendiri terdapat 297 desa/kelurahan. Jumlah tersebut terdiri dari lima kelurahan dan 292 desa yang tersebar di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.

"Dari total 297 desa/kelurahan total ada 1.639 RW, namun yang melaporkan warganya pulang kampung baru 910 RW," ujarnya, Jumat (15/5).

Dijelaskannya, hingga Lebaran kemarin, total warga yang pulang ke Kabupaten Brebes mencapai 14.093 pemudik. Jumlah tersebut terdapat di 17 kecamatan se Kabupaten Brebes.

"Hingga hari H Lebaran kemarin (Rabu, Red), total ada 14.093 pemudik yang tiba di Kabupaten Brebes," terangnya.

Dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kabupaten Brebes menempati urutan pertama dengan jumlah penduduk pulang kampung yang paling banyak. Disusul Kabupaten Grobogan yakni dengan total pemudik yang pulang kampung mencapai 11.494 orang.

"Kalau dilihat dari rekapitulasi jumlah pemudik aplikasi Jogo Tonggo, Kabupaten Brebes merupakan daerah yang paling banyak warganya yang pulang kampung," ucapnya.

Banyaknya warga yang mudik, dirinya meminta kepada setiap desa untuk lebih memaksimalkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tingkat desa. Pasalnya, desa merupakan garda terdepan dalam melaporkan setiap warga yang baru pulang dari luar Brebes.

“Setiap desa ini ada posko PPKM Mikro, jadi kita harapkan PPKM Mikro ini bisa ditingkatkan lagi. Ini sebagai upaya pencegahan Covid-19 di Brebes. Khusus bagi pemudik yang sudah tiba di Brebes untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Dengarlah Pak Jokowi, Satgas Covid-19 IDI: Lockdown Sekarang atau Tambah Mengerikan.
  • Kasus di Kabupaten Tegal Melonjak, Pimpinan DRPD Ngamuk Tahu Anggaran Covid-19 Rp86 Miliar Baru Dipakai Rp900 Juta.

Berita Terkait

Berita Terbaru