Pencuri CCTV di Kompleks Rumah Ferdy Sambo Ternyata Polisi, Kapolri Tahan Mereka di Tempat Khusus

JAKARTA - Pelaku pencurian CCTV di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo sudah berhasil ditangkap polisi. Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (4/8). CCTV tersebut merupakan salah satu alat bukti insiden baku tembak Brigadir J dengan Bharada E.

Kapolri menegaskan akan memeriksa lebih lanjut pelaku pencurian CCTV di pos satpam kompleks perumahan Ferdy Sambo itu. Sayangnya, Kapolri tak menyebutkan identitasnya.

“Ada CCTV rusak yang diambil pada saat di (pos) satpam. Sudah kita tahan pihaknya,” kata Listyo dalam konferensi pers di Ma bes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8).

“Kita sudah dapatkan dan proses pengambilan dan siapa yang mengambil juga sudah kita lakukan pemeriksaan,” sambungnya.

Listyo memastikan akan melakukan pendalaman pemeriksaan kepada pelaku pencuri CCTV rumah Ferdy Sambo. “Nanti akan diputuskan, jelas pemeriksaan masih berlanjut. Namun demikian, hal itu dapatkan siapa melakukan, siapa yang mengambil, siapa menyimpan,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika semua pemeriksaan sudah selesai, pihaknya akan membuka secara terang benderang terkait penghilangan alat bukti tersebut. “Semuanya nanti akan kita buka pada saat prosesnya tuntas, tapi yang jelas kita tentunya akan mengambil langkah-langkah secara cepat,” tuturnya.

Kapolri juga menyebutkan telah menahan empat anggota polisi yang diduga menghilangkan alat bukti tewasnya Brigadir Joshua. Empat polisi tersebut ditahan di tempat khusus selama 30 hari kedepan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, Listyo tidak menyebutkan lebih detail identitas empat polisi tersebut. Ia hanya menyebutkan empat personel polisi tersebut merupakan bagian dari 25 anggota polisi yang diperiksa.

“Malam ini ada 4 orang yang kita tempatkan di tempat khusus selama 30 hari,” kata dia.

Listyo juga tak menjelaskan secara detail tempat penahanan empat personel polisi tersebut. Ia mengatakan, akan memeriksa lebih lanjut terkait dengan empat anggota polisi yang diduga menghilangkan alat bukti kematian Brigadir Joshua.

“Nanti akan diputuskan yang jelas pemeriksaan masih berlanjut,” ungkapnya.

“Namun demikian, hal itu sudah kita dapatkan siapa yang melakukan, siapa mengambil, siapa menyimpan, semuanya nanti akan kita buka pada saat prosesnya tuntas,” lanjutnya.

Sementara untuk 21 anggota polisi lainnya yang sempat diperiksa Irsus akan diproses secara kode etik. Itu jika nantinya terbukti terlibat dalam rangkaian kematian Brigadir Joshua, maka, proses pidana akan dilakukan.

“Sisanya akan kita proses sesuai dengan keputusan dari timsus apakah masuk pidana atau masuk etik,” tutur Kapolri. (pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terbaru