Pendataan Keluarga, DP3KB Brebes Siap Terjunkan 4.045 Kader

BREBES - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Brerencana (DP3KB) Kabupaten Brebes akan melakukan perekrutan 4.045 kader untuk diterjunkan dalam survei pendataan keluarga.

Hal tersebut menindaklanjuti Surat Plt Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Nomor 0121/ AK.01/ G1/ tanggal 1 Februari 2021 terkait Pendataan Keluarga.

Kepala DP3KB Brebes Sri Gunadi Parwoko, dengan adanya pendataan oleh 4.045 kader nantinya bisa didapatkan data base valid terkait jumlah dan informasi pendataan keluarga. Data base itu diperuntukan melihat dan memotret fungsi bangsa dari bagian terkecil bernama keluarga. Kemudian, berbagai aspek keluarga meliputi kesehatan, pendidikan dan kondisi ekonomi.

"Dalam pendataan tersebut tidak lain bisa memotret kondisi keluarga. Selain itu, bisa membentuk profil pasangan usia subur, jumlah balita, anak, remaja hingga lansia. Sehingga, aspek kesejahteraan keluarga bisa dipetakan," jelasnya.

Pelaksanaan pendataan keluarga, lanjut Gunadi, akan digelar serentak seluruh Indonesia. Tepatnya, mulai 1 April hingga 31 Mei mendatang di semua kabupaten/kota. Untuk Kabupaten Brebes, sasaran keluarga yang akan didata mencapai 681.061 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut, tersebar di 17 kecamatan dengan teknis 30 persen dilakukan manual (tatap muka-red). Sedangkan 70 persen sisanya, dilakukan menggunakan online by gadget.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan DP3KB Arofah Jubaedah didampingi Kasi Pengendalian Penduduk Dado Yuniardo menambahkan, untuk memudahkan proses perekrutan kader pendataan keluarga, pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan Penyuluh Keluarga Berencana di kota bawang merah. Bahkan, dengan jumlah total 42 PNS perekrutan akan dilakukan secara terbuka.

"Sambil menunggu juklak dan juknis perekrutan kader pendata, rakor dan kesiapan teknis dengan provinsi terus dilakukan. Termasuk, breakdown kebutuhan anggaran," tandasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Tolak Keras Investasi Miras dari Tahanan, Habib Rizieq: Miras Induk dari Semua Bentuk Maksiat.
  • Ketua DPC Kabupaten Tegal Dipecat, Bantah Terima Duit Rp30 Juta.

Berita Terbaru