oleh

Santri Harus Kuasai Teknologi

SLAWI – Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma’ruf mengisi Seminar Nasional di Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal, Selasa (14/1). Seminar yang digagas Ikatan Alumni (IKA) IBN Tegal ini mengambil tema ‘Peran Perguruan Tinggi Islam dan Pesantren dalam Kemandirian Ekonomi Menghadapi Era Disrupsi 4.0.’

Selain dia, hadir pula Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi yang juga sebagai narasumber.

Dalam seminar itu, Aminuddin Ma’ruf meminta kepada para santri supaya tidak hanya menguasai agama. Namun juga harus menguasai pertumbuhan teknologi. Terutama teknologi digital. Dunia industri di masa mendatang cenderung membutuhkan skill atau keahlian khusus.

“Setelah mengaji, santri harus dilatih keahlian khusus untuk menghadapi pasar global,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2014-2017 ini.

Menurut Aminuddin, dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, Presiden RI Joko Widodo telah mendirikan 2.000 Balai Latihan Kerja (BLK). Balai latihan itu juga ditujukan kepada para santri agar mampu bersaing dengan SDM lainnya. Dia berharap, para santri setelah belajar agama, dilanjutkan dengan pelatihan yang disesuaikan dengan potensi lokal. Tidak hanya pelatihan, modal usaha juga dipersiapkan melalui berbagai program pinjaman.

“Ada KUR (Kredit Usaha Rakyat), ada juga program Mekar dan program lainnya,” ujar alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan gelar sarjana ekonomi, dan melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Trisakti ini.

Dia berharap para kiai, pendakwah, dan santri untuk bisa memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah. Karena masyarakat zaman sekarang cenderung melihat dakwah melalui media sosial. Untuk itu, para pendakwah harus bisa menyampaikan materi secara singkat dan mengena.

“Metode dakwah harus dirubah. Karena sekarang zamannya milenial. Mereka tidak mau mendengarkan ceramah panjang lebar. Apalagi sampai berjam-jam. Cukup hitungan menit saja, tapi harus mengena,” kata pria kelahiran Karawang, 27 Juli 1986 ini.

Dia juga memaparkan tentang visi Indonesia 2045 yang bakal menjadi negara maju. Diprediksi, pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia mencapai 319 juta jiwa atau jumlah penduduk terbesar ke 5 di dunia. Dari jumlah itu, sekitar 73 persen yang memiliki SDM unggul berada di kota. Sedangkan yang tinggal di desa hanya 27 persen. Dengan begitu, negara Indonesia bakal mengalami krisis pangan. Dia mengajak para pemuda untuk tetap membangun desanya, tanpa harus berurbanisasi ke kota.

“Kalau urban terjadi, maka berimbas pada impor pangan. Kita harus bisa mengantisipasi itu,” kata pria yang menikah pada 17 Januari 2016 di Masjid Istiqlal Jakarta dengan saksi Presiden RI Jokowi dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar itu.

Sementara, Ketua IKA IBN Tegal Fatkhurohman mengatakan, acara ini tidak hanya seminar nasional, tetapi juga sekaligus silaturahmi antaralumni IBN dan beberapa anggota PMII. Dia berharap, materi seminar yang disampaikan staf khusus presiden dapat bermanfaat untuk para mahasiswa IBN dan tamu undangan.

“Semoga ilmu dan wawasan Mas Aminuddin bisa ditularkan di IBN,” ucapnya.

Rektor IBN Tegal Drs H Badrodin MSI mengatakan hal senada. Dia berharap kader IBN memiliki wawasan dan ilmu yang handal supaya bisa menjadi staf khusus presiden seperti Aminuddin.

“Kami menyambut baik hadirnya staf khusus presiden dan wakil wali kota Tegal yang telah memberikan seminar nasional kepada para mahasiswa kami,” ujarnya. (yer/ima)

Komentar

Berita Terbaru