Pendukung Anies Baswedan Dituding Ferdinand Kelompok Intoleran, Warganet: Allah Saja Kau Hina

JAKARTA - Pendukung Anies Baswedan dituding sebagai kelompok intoleran. Hal ini seperti ditulis Ferdinand Hutahaean di akun Twitter pribadinya.

Diketahui, usai bebas dari penjara, Ferdinand Hutahaean kembali rutin menulis di akun Twitternya, @FerdinandHutah4.

Tampak cuitan-cuitannya cukup keras memojokkan Anies Baswedan dan pendukungnya.

Terbaru, Ferdinand menulis status merespons pernyataan Surya Paloh yang ingin memaketkan Anies dan Ganjar.

“Usulan memasangkan Anies-Puan atau Anies-Ganjar dari Pak Surya Paloh dgn alasan menyatukan bangsa menurut sy tdk pas. Itu bkn menyatukan, tp lebih tepat disebut memberi ruang kelompok intoleran mjd pemimpin dan menempatkan kaum Nasionalis dibawahnya. Usul yang berbahaya bg NKRI.,” tulisnya dikutip di akun Twitternya, Minggu (26/6).

Sejumlah pengguna Twitter pun membalas cuitan itu. Sebagian warganet yang membenci Anies ikut mendukung pernyataan itu.

Namun, tidak sedikit pula warganet mengkritik dan mengingatkan Ferdinand.

“MANTAN NAPI Penista Agama (INTOLERAN) Bicara soal Intoleran itu Aneh dan saya rasa kurang BERKACA Diri… Ngaca Fer Ngaca Allah saja kau hina kau lecehkan sok sokan ngatain orang Intoleran dll ,” tulis salah seorang warganet.

“Intoleran itu apa sih? Klo jualan musti ngerti apa yg di jual Hahahaha Kapuyuak,” celoteh lainnya.

“Hei sempak merah yang KAU sebut memberikan kelompok intoleran berkuasa itu siapa? KAU lihat sendiri bagaimana Jakarta merubah wajahnya di jaman pak Anies!,” komentar akun lainnya.

Ada juga warganet yang mengirim tautan video saat Ferdinand ikut aksi 212 beberapa tahun lalu.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengakui turut memberikan usulan nama calon presiden dan calon wakil presiden kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Usulan itu diberikan sebagai salah satu upaya menghindari polarisasi pada Pemilu 2024.

Salah satu usulan nama capres-cawapres yang dipercaya bisa menghindari polarisasi politik masyarakat adalah Anies – Puan atau Anies – Ganjar.

“Itu, saya akui iya (mengusung nama pasangan capres-cawapres),” ujar Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/6).

Dia menjelaskan, NasDem sangat ingin polarisasi di masyarakat berakhir.

Surya Paloh mengatakan, usulan nama pasangan capres-cawapres kepada Jokowi itu murni karena keinginannya menghadapi pemilu yang damai.

“Saya tidak punya subjektivitas. Untuk apa? Kan saya bukan kandidat. Kalian tahu itu,” kata Surya dikutip dari Fajar.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terkait

Berita Terbaru