Pengadaan Perangkat Kurtilas Rp1,1 Miliar Dicoret Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal: Tidak Mendesak!

SLAWI - Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal mencoret beberapa ajuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diusulkan melalui perubahan anggaran tahun 2020. Karena selain yang diusulkan tidak sesuai dengan kondisi pandemi, juga ada data yang diusulkan tidak jelas.

Salah satunya, usulan anggaran sebesar Rp1,1 miliar, untuk pengadaan Compact Disc (CD) Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 (Kurtilas).

Perangkat itu dinilai tidak mendesak karena kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah menggunakan sistem daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Hajjah Noviatul Faroh, Kamis (6/8) mengakui hal ini. Anggaran itu diusulkan melalui pembahasan APBD Perubahan tahun 2020 di Komisi IV DPRD setempat.
Anggaran lainnya di Bidang Kebudayaan (Dikbud) yang nilainya Rp200 juta. Karena peruntukan tidak sesuai dengan kondisi pandemi seperti saat ini.

Selain itu, tambah Noviatul Faroh, anggaran untuk beasiswa Anak Putus Sekolah (APS) juga terancam dicoret. Karena data yang diusulkan tidak jelas. Dalam data tersebut ada yang tercatat 155 APS, 158 APS dan ada pula yang tercatat 115 APS. Dengan adanya data itu, Komisi IV kebingungan.

"Ini datanya tidak jelas. Dan cara penyalurannya juga tidak dijelaskan. Saat ini masih pandemi, tidak mungkin kalau harus tatap muka dengan jumlah APS sebanyak itu. Kendati usulannya untuk beasiswa APS, tapi yang tercatat justru uang bantuan transport yang diberikan kepada masyarakat," tambahnya.

Komisi IV meminta ajuan anggaran yang tidak mendesak, sebaiknya jangan diprioritaskan.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IV Ninik Budiarti. Untuk pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) di sekolah sebaiknya dialihkan untuk pembelian kuota bagi para pelajar. Sebab, yang dibutuhkan pelajar saat ini adalah kuota. Mengingat sistem KBM di sekolah menggunakan PJJ.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Akhmad Wasari meminta agar pembahasan ini ditunda. Karena data yang diusulkan belum sempurna. Dinas mohon maaf dan minta perpanjangan waktu untuk pembahasan ini. Karena ada beberapa bidang yang belum menyiapkan datanya secara valid. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Diduga Lakukan Pemerasan dan Rampas Kendaraan, Seorang Kades di Brebes Dilaporkan ke Polisi.
  • Makamkan PDP Covid-19,Dua Pegawai RSUD dr Soeselo Slawi Dimassa Warga dan Harus Dilarikan ke Rumah Sakit.

Berita Terkait

Berita Terbaru