Pengenalan Sekolah Siswa Baru di Pekalongan Dilakukan dari Rumah

SRAGI - Kerinduan anak-anak untuk kembali bersekolah di tahun ajaran baru 2020/2021 tak kunjung terobati. Kegiatan tatap muka yang rencananya dilakukan hanya di hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7), ditunda akibat kasus Covid-19 bertambah.

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli 2020, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 421/1229/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2020/2021.

Dalam SE itu di antaranya disebutkan tahun pelajaran 2020/2021 dimulai pada 13 Juli 2020. Pelaksanaan pembelajaran prakondisi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, akan dilakukan pada jenjang pendidikan SMP, Senin-Selasa (13-14/7) siswa kelas VII berangkat sekolah, dengan kapasitas 50%.

Rabu-Kamis (15-16/7) siswa kelas VIII berangkat, dengan kapasitas 50%, dan Jumat-Sabtu (17-18/7), siswa kelas IX berangkat, dengan kapasitas 50%. Pembelajaran diisi penjelasan tentang pembelajaran dari rumah (BDR).

Untuk pembelajaran minggu berikutnya menggunakan mekanisme BDR. Namun, Minggu (12/7) malam, ada perubahan kebijakan di bidang pendidikan dengan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Santri. Pembelajaran prakondisi itu ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Sekolah SMPN 4 Sragi Titis Sulistyaningrum, Senin (13/7), mengatakan anak-anak kelas VII kemarin pagi tidak jadi berangkat ke sekolah, karena ada masukan dari Gugus Tugas Covid-19 untuk menunda pembelajaran prakondisi di awal tahun ajaran baru ini.

"Tadinya sudah ada surat edaran 50 persen anak per kelas berangkat untuk prakondisi. Hasil rapat dengan tim gugus tadi malam prakondisi hari ini ditunda," kata dia.

Dikatakan, rencananya kemarin pagi 50 persen anak kelas VII masuk sekolah. "Pembelajaran prakondisi ini hanya sekitar satu jam berangkat. Proses tatap muka tetap menerapkan protokol kesehatan. Namun tadi malam prakondisi ini ditunda," katanya.

Diakuinya, ada segelintir anak yang berangkat ke sekolah kemarin pagi. Hal ini, lanjut dia, anak-anak kemungkinan tidak membaca informasi yang disebar melalui grup WA secara jeli.

"Tadi ada beberapa yang berangkat karena mungkin buka infonya kurang jeli. Hanya beberapa anak, ndak ada 10," kata dia.

Dengan ditundanya pembelajaran prakondisi, kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dilakukan melalui daring. Sementara itu, Kabid Dikdas Aji Suryo, mengatakan, pembelajaran prakondisi berisi pemberitahuan pihak sekolah kepada para calon siswa ataupun siswa yang naik kelas 8 maupun 9, bahwa awal tahun ajaran baru dimulai tanggal 13 Juli.

Menurutnya, pelaksanaan pembelajarannya menggunakan sistem belajar dari rumah (BDR), atau pembelajaran jarak jauh. "Pembelajaran prakondisi itu lamanya tidak sampai satu jam. Hanya pemberitahuan itu saja sama pembagian kelas. Habis itu pulang," kata Aji.

Menurutnya, pembelajaran prakondisi di awal tahun ajaran baru ini agar anak-anak mengenal sekolah, terutama untuk anak kelas VII. "Anak kelas satu dari anak-anak SD kan tidak tahu pembagian kelas. Prakondisi hanya pengarahan pada siswa-siswa. Tapi itu tidak semua siswa masuk, hanya 50 persen," terang dia.

Disebutkan, sesuai dengan jadwal untuk hari Senin dan Selasa siswa kelas satu (VII) masuk. Namun, kata dia, hanya 50% yang masuk. "Senin 50 persen, Selasa 50 persen. Terus itu gantian sampai hari Sabtu. Setelah ada perkembangan Covid, prakondisi ini dicancel," kata dia.

Dikatakan, direncanakan prakondisi akan dilakukan pekan depan. Namun, bukan siswa yang datang ke sekolah. Orang tua yang dihadirkan. Kehadiran di sekolah juga dibatasi 50%.

"Minggu depan rencananya kalau nota dinas Bupati diizinkan. Kalau tidak diizinkan ya berjalan seperti biasanya. Belajar daring dari rumah," kata dia.

Menurutnya, proses pembelajaran dengan sistem tatap muka belum dimulai. Proses tatap muka akan dilakukan jika pemerintah sudah mengizinkannya.

"Kita belum berani tatap muka. Pengenalan saja tidak lama. Untuk tatap muka apakah Agustus, September, atau kapan kita belum tahu. Masih menunggu perkembangan Covid-19," katanya. (had/zul)

Baca Juga:

  • Terus Merebak, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Brebes Capai 64 Kasus.
  • Valid! 26 Kasus Positif Covid-19 Baru Ditemukan di Kota Tegal, Ganjar Minta Pemkot Intensifkan PCR Test Massal.

Berita Terbaru