Penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika Dibatasi Hanya 60 Ribu Orang

JAKARTA - Jumlah penonton balapan MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 13 Maret mendatang dibatasi hanya 60 ribu orang. Padahal awalnya diperbolehkan hingga 100 ribu orang.

Kepastian pembatasan jumlah penonton itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Minggu (27/2). Keputusan tersebut diambil usai melihat situasi terkini kasus aktif Covid-19 maupun tingkat vaksinasi di Lombok Tengah, maupun NTB.

"Arahan Bapak Presiden terkait Mandalika yang semula penontonnya 100 ribu, maka diturunkan menjadi 60 ribu dengan situasi yang ada saat sekarang," kata Airlangga melalui YouTube resmi Sekretariat Presiden.

BACA JUGA: Bikin Turis Kapok, Hotel di NTB Ada yang Tarifi Tamunya Rp50 Juta Semalam Saat MotoGP

Dijelaskannya, di Lombok Tengah tingkat vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah mencapai 91,5 persen, dosis kedua 74 persen dan dosis ketiga atau penguat baru 1,2 persen.

Sedangkan secara keseluruhan di NTB tingkat vaksinasi Covid-19 dosis pertama mencapai angka 91,4 persen, dosis kedua 65,3 persen dan dosis penguat 2,6 persen.

"Dan tentunya dari segi jumlah kasus aktif di NTB terdapat 3.200 dengan BOR (tingkat keterisian rumah sakit) adalah 20 persen, ini di bawah nasional," ujar Menko.

BACA JUGA: Penginapan Habis, Hotel Melati Dekat Sirkuit Mandalika Dipatok Rp1 Juta per Malam

Sebelumnya pada Senin (21/2), Menko Airlangga juga sudah menyampaikan bahwa kasus aktif Covid-19 di NTB sempat melampaui puncak kasus gelombang varian Delta namun trennya sudah mengalami penurunan.

Lebih lanjut Menko juga memastikan pemerintah terus melakukan akselerasi realisasi vaksinasi dosis kedua dan dosis penguat di wilayah setempat sebagai langkah mitigasi dan persiapan sebelum gelaran MotoGP seri kedua musim 2022.

Sebelumnya untuk lonjakan harga kamar saat berlangsungnya MotoGP di Sirkuit Mandalika, Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan sejumlah antisipasi. Ini dilakukan supaya momentum balapan MotoGP tidak dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi.

BACA JUGA: Setelah MotoGP Pastikan Balapan, Giliran Perwakilan F1 yang Terpesona Keindahan Sirkuit Mandalika

Cara ini juga dilakukan untuk menghindari kapoknya wisatawan untuk menginap di NTB, utamanya di sekitar Sirkuit Mandalika. Gubernur NTB, Zulkiflimansyah menegaskan sudah meminta dinas terkait untuk melakukan sosialisasi.

Gubernur meminta hotel supaya tidak terlalu tinggi menaikkan tarif saat berlangsungnya rangkaian balapan MotoGP. Zulkiflimansyah menemukan saat ini harga kamar hotel sudah terlalu mahal.

Imbasnya, papar Zulkiflimansyah, tentunya akan membawa citra buruk kepada wisatawan yang sudah datang ke NTB. “Teman saya sendiri nanya ke saya, masa semalam ada yang sampai Rp50 juta?"

BACA JUGA: Keren, Sirkuit Mandalika Kantongi Kualifikasi Grade A Hasil Homologasi Dorna Sport

"Maksud saya, jangan sampai keinginan dapat untung sekejap karena adanya event, malah orang akan kapok datang ke tempat kita,” ungkap Gubernur NTB, Zulkiflimansyah di Bau Nyale, kemarin.

Itulah sebabnya, beber Zulkieflimansyah, wajar banyak yang memilih menginap di daerah lain di luar NTB. Selain menyediakan hotel yang lebih bagus dengan harga yang lebih murah, juga memberikann kemudahan untuk datang ke Sirkuit Mandalika. (zul/rtc)

Baca Juga:

  • Heboh! Ada Jatah Haji untuk Pejabat Kemenag, Anggota DPR, dan Ormas Islam.
  • Diserang Simpatisan Tersangka Pencabulan yang Juga Anak Kiai, Seorang Polisi Terluka.

Berita Terkait

Berita Terbaru