Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air Segera Dibeber ke Publik 30 Hari usai Kecelakaan

JAKARTA - Hasil investigasi awal kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta akan segera dibeberkan ke publik. Paling lambat bulan depan.

Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo mengatakan akan segera merilis laporan awal (preliminary report) hasil investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Rencananya paling lambat bulan depan atau 30 hari setelah kecelakaan.

“Kami berharap 30 hari setelah kecelakaan, kami dapat memberikan laporan awal dan apabila nanti dipublikasikan, kami akan menyampaikan kepada masyarakat luas,” katanya, Selasa (19/1).

Dikatakannya, pada Minggu (18/1) pihaknya telah melakukan investigasi bersama 11 orang dari Amerika. Dibeberkannya, mereka adalah empat orang dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), empat dari Boeing, dua dari Federal Aviation Administration (FAA), dan satu dari General Electric sebagai pembuat mesin pesawat.

“Hal ini sesuai dengan ICAO Annex 13, di mana negara pembuat desain pesawat berhak berpartisipasi dalam investigasi. Berpartisipasi dalam investigasi kali ini juga dua investigator TSIB Singapura dalam hal ini pasrtisipasi dalam sesuai dengan kerja sama negara-negara ASEAN,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya juga sudah mengunduh seluruh data kotak hitam, yakni Flight Data Recorder (FDR). FDR sendiri telah ditemukan tim SAR pada Selasa (12/1) atau tiga hari setelah kecelakaan.

“Sesuai dengan yang disampaikan sebelumnya, kami juga sudah atau sudah mengunduh data FDR dan kami sampaikan data FDR sudah bisa kami dapatkan. Sudah berhasil diunduh dengan total 370 parameter, 27 jam atau 18 penerbangan termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan,” katanya.

Namun, data tersebut masih akan didalami lagi dan sampai saat ini belum bisa membagi atau mempublikasikan.

“Namun demikian dari data yg diperoleh kami mendapatkan beberapa petunjuk untuk didalami lebih lanjut untuk data yang kami perlukan untuk keperluan investigasi dan kami juga kami sangat mengharapkan dapat ditemukan CVR untuk mendukung data yang kami peroleh dari FDR,” ujarnya.

Sementara Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan akan terus melanjutkan upaya menemukan CVR. "Sehingga kami dapat memiliki data yang lengkap untuk mengungkap apa yang menjadi penyebab kecelakaan SJ 182,” ujarnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan hasil investigasi dari KNKT akan menjadi dasar kebijakan keselamatan penerbangan di masa datang.

“Bapak Presiden telah menginstruksikan kami untuk secepatnya menemukan jasad para korban, serpihan pesawat dan kotak hitam CVR. InsyaAllah kita bisa dapatkan CVR, sehingga dapat segera dianalisis oleh KNKT, dan menjadi dasar kami untuk membuat kebijakan terkait dengan safety,” katanya.

Menhub juga mengapresiasi KNKT yang telah membuat basecamp di Pulau Lancang, sehingga upaya pencarian menjadi lebih produktif.

“Apa yang dilakukan KNKT dengan membuat basecamp di Pulau Lancang baik sekali, karena jaraknya hanya beberapa mil dari lokasi kejadian. Bayangkan kalau harus dari Tanjung Priok, akan memakan waktu yang sangat lama,” pungkasnya. (gw/zul)

Baca Juga:

  • Kota Tegal Semakin Panas, Wali Kota Laporkan Wakil Wali Kota ke Polisi atas Dugaan Rekayasa Kasus.
  • Wakil Ketua MUI Sebut Jika Presiden Jokowi Ditahan Negara Berantakan, Habib Rizieq Ditahan Umat Berantakan.

Berita Terkait

Berita Terbaru