Perbatasan Jateng dan DIY Jadi Perhatian, Ganjar Cek Penyekatan di Magelang dan Temanggung

TEMANGGUNG - Perbatasan Jateng-DIY tepatnya di Jembatan Krasak, Salam, Magelang dan Rest Area Kledung, Temanggung mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Senin (10/5), Ganjar kembali melakukan pengecekan pada pos penyekatan mudik.

Titik pertama yang ditengok Ganjar adalah Jembatan Krasak, Salam, Kabupaten Magelang. Di sana, Ganjar sempat bertemu sejumlah warga yang sedang menunggu untuk dites antigen. Beberapa dari mereka terjaring karena menggunakan kendaraan berplat luar Jateng.

“Jenengan saking pundi, Pak? Sudah dites?" tanya Ganjar pada seorang pria yang sedang menunggu dites.

“Dari Cangkringan Jogja, Pak, ini mau betulin mobil. (Kebetulan) plat e B,” ujarnya.

Ganjar bertanya pada sejumlah pengendara yang terjaring, apakah sudah pernah tes antigen atau belum. Kebanyakan mengaku baru pertama kali melakukan tes antigen.

“Yowis bagus sisan ngrasakke irunge dicucuk-cucuk,” seloroh Ganjar.

Di perbatasan Jateng-DIY itu, Ganjar mendapat laporan dari petugas di lokasi bahwa terjadi penurunan yang signifikan dibandingkan sebelum tanggal 6 Mei. Namun, masih ditemukan sejumlah kendaraan berplat luar Jawa Tengah.

Hal serupa juga terjadi di Rest Area Kledung, Temanggung. Penurunan kendaraan pemudik juga signifikan. Saat Ganjar datang, petugas kepolisian tampak sedang memutar balik sejumlah kendaraan berplat B.

“Pak ada ndak, pemudik yang lewat sini tetapi mbawa surat lengkap?” tanya Ganjar pada petugas di pos penyekatan Rest Area Kledung.

“Ada, Pak, kebanyakan mbawa surat lengkap. Kalau sudah mbawa ya lewat,” ujar Dwi, seorang anggota BPBD di posko tersebut.

Mendengar hal itu, Ganjar senang. Artinya ini menunjukkan kepatuhan warga yang melaksanakan mudik. Meski dirinya tetap berharap agar warganya tidak perlu mudik.

Dari hasil pengecekannya selama beberapa hari, baik di perbatasan wilayah utara, selatan hingga hari ini di perbatasan Jateng-DIY seluruhnya terjadi penurunan.

“Sampai tanggal 5 itu masih ada peningkatan orang pulang, tapi begitu tanggal 6 datanya drop turun, jadi artinya taat lah masyarakat,” katanya.

Sementara, berdasarkan data aplikasi Jogo Tonggo saat ini tercatat 8 persen atau sekitar 12 ribuan. Sedangkan dari Dinas Perhubungan, tercatat ada kedatangan sekitar 641 ribu pemudik.

“Maka kami mencoba membandingkan dengan tahun lalu yang kurang lebih sejutaan. Nah, mudah-mudahan semuanya sehat lah. Kita masih akan pantau terus, wabil khusus yang tempat-tempat pariwisata, karena kemungkinan mereka masih ada yang akan membuka tempat wisata,” kata Ganjar. (*/ima)

Baca Juga:

  • Iwan Sumule Sebut Rezim Sontoloyo ke Jokowi yang Janjikan Ekonomi Meroket Tapi Sembako Mau Dipajakin.
  • Dengarlah Pak Jokowi, Satgas Covid-19 IDI: Lockdown Sekarang atau Tambah Mengerikan.

Berita Terkait

Berita Terbaru