Pers, Jembatan Komunikasi Informasi Independen dan Akselerator Pembangunan

SLAWI - Pers merupakan jembatan komunikasi informasi yang independen dan turut menjadi akselerator pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah pada acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 dan HUT ke-76 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jumat (25/2) malam.

Guna mendukung tercapaonya tujuan pembangunan, pers berperan penting dalam menciptakan narasi pemberitaan secara benar, solutif, dan informatif, di samping mampu menumbuhkan semangat, membangun optimisme publik untuk bangkit dan maju bersama.

Bukan sebaliknya, memprovokasi, memanfaatkan potensi konflik atau kegaduhan yang itu justru akan semakin memperlebar polarisasi di masyarakat yang sudah terpecah akibat pandangan politik yang berbeda-beda.

“Sehingga pers di sini diharapkan mampu menjadi elemen perekat yang akan mencari titik temu, bukan titik pisah. Pers adalah garda terdepan yang mencerahkan masyarakat, meluruskan informasi yang tidak benar, dan meredakan konflik. Dan ini terbukti dari komunikasi yang sudah terjalin baik selama ini dengan PWI Kabupaten Tegal,” kata Umi.

Dirinya berharap, melalui momentum peringatan ini akan semakin memperkuat profesionalisme jurnalis, idealisme pers di tengah ekosistem digital yang berkembang pesat, bergerak cepat dan mendisrupsi kehidupan informasi masyarakat.

Umi pun mengapresiasi tema peringatan acara yaitu pers merawat nilai seni dan tradisi yang dikemas lewat pementasan musik dan monolog cerita tegalan.

“Jadi politik itu kotor, maka puisi yang akan membersihkannya, seni dan tradisi yang akan membersihkannya,” kata Umi menukil idiom bernas dari John F Kennedy.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Tegal Dwi Ariadi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang sudah mendukung suksesnya peringatan HPN dan milad PWI ini.

Dwi yang juga seorang jurnalis senior ini menuturkan jika kehadiran PWI di tengah masyarakat diharapkan mampu menyajikan informasi yang mencerdaskan dan ikut andil dalam pembangunan Kabupaten Tegal serta bisa sinergi dengan Pemkab Tegal, TNI dan Polri.

Dalam acara tersebut, PWI Kabupaten Tegal memberikan penghargaan kepada Hadi Utomo, penyusun Kamus Bahasa Jawa Tegal sebagai tokoh pelestari bahasa Tegal dan menampilkan monolog Tegalan yang dibawakan seniman lokal Apito Lahire. (*/ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru