Perubahan Anggaran APBD, Pemkab Tegal Fokus Penanganan Covid-19

SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah mengungkapkan, di perubahan anggaran APBD tahun 2020 akan fokus di penanganan Covid-19.

Hal ini dikatakan bupati saat rapat paripurna DPRD Kabupaten Tegal dalam Penetapan Perda tentang APBD tahun 2020.

Umi Azizah, Senin (5/10) menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pimpinan serta para anggota yang telah sukses menyelesaikan pembahasan rancangan Perda tentang Perubahan APBD Kabupaten Tegal Tahun 2020. Baik di tingkat komisi maupun badan anggaran.

“Ini tentunya kita lakukan sebagai wujud pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, terhadap rancangan Perda tentang Perubahan APBD Kabupaten Tegal Tahun Anggaran 2020 dan rancangan Peraturan Bupati (Perbup) Perubahan Penjabaran APBD Tahun 2020, tertuang dalam keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 910/183/2020 tanggal 21 September 2020.

Gubernur Jawa Tengah mengamanatkan untuk melakukan penyempurnaan dan penyesuaian terhadap rancangan perda perubahan APBD Kabupaten Tegal.
Berdasarkan hasil evaluasi keputusan, Ganjar mengevaluasi rancangan, salah satunya pada pos belanja daerah.

“Selain itu, disarankan juga untuk lebih selektif dalam anggaran penanganan Covid-19 dengan mempertimbangkan aspek-aspek urgensi," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tegal Agus Salim menambahkan, dalam evaluasi komposisi anggaran rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2020 dengan awal rincian pendapatan daerah Rp2,875 triliun, berkurang sebesar Rp230 miliar, sehingga menjadi Rp2,64 triliun.

Sedangkan untuk belanja daerah yang awalnya Rp2,891 triliun, kemudian mendapat pengurangan sebesar Rp174 milliar, sehingga menjadi Rp2,717 triliun.

Kemudian, terkait pembiayaan daerah yang semula memiliki besar anggaran Rp30 triliun, mengalami penambahan Rp58,1 miliar, sehingga menjadi Rp88,9 triliun, dan pengeluaran pembiayaan daerah dalam penetapan APBD semula Rp14 miliar bertambah Rp1,8 miliar menjadi Rp15,8 miliar. (guh/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru