PLN Krisis Batu Bara, Arief Poyuono Sebut Dana Hasil Ekspor Dipakai Melawan Jokowi

JAKARTA - Awal Januari ini, PT PLN mengalami krisis batu bara. Buntutnya, Presiden Joko Widodo kemudian melarang ekspor batu bara.

Hal ini mendapat dukungan dari Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyebut selama ini dana hasil penjualan ekspor batu bara hanya disimpan di luar negeri.

Dikutip dari Fajar, akibat krisis batu bara, 10 juta pelanggan PLN terancam mengalami mati listrik karena 20 pembangkit litsrik tenaga uap (PLTU) milik PLN tak memiliki pasokan batu bara.

Karenanya, Arief mendukung langkah Presiden Jokowi melarang ekspor batu bara.

“Sangat tepat kangmas @jokowi melarang ekspor batu bara, banyak dana hasil ekspor batubara di simpan di luar negeri dan membiayai pergerakan politik melawan kangmas jokowi..,” tulis Arief di akun Twitter @bumnbersatu, Senin (10/1).

Anak buah Prabowo Subianto itu pun meminta produksi batu bara dalam negeri sebaiknya dibeli langsung oleh pemerintah.

“Semua batubara dibeli sama negara saja.. mulai hari ini pakai rupiah,” tegasnya. (fajar/ima)

Baca Juga:

  • Bukan 1, Polisi Akui Terima 3 Laporan Terkait Dugaan Benny K Harman Tampar Pegawai Restoran.
  • Jika Nasdem Bersama Golkar, PAN, PPP, dan PKB Usung Ganjar, Pengamat: Ini Skenario Jegal Anies Baswedan.

Berita Terkait

Berita Terbaru