PMI Manfaatkan Eco Enzyme untuk Cairan Disinfektan Membasmi Kuman dan Virus Corona

SLAWI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal berhasil membuat cairan disinfektan yang berasal dari eco enzyme. Cairan ini dapat digunakan untuk membasmi bakteri, kuman dan virus corona.

Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo mengatakan eco enzyme adalah cairan yang diproduksi dari fermentasi sampah organik. Dari proses itu, dihasilkan kandungan disinfektan karena adanya alkohol atau senyawa kimia asam.

Cairan ini berguna untuk merawat rumah seperti untuk pembersih lantai, kaca, perabot plastik dan bisa digunakan untuk pupuk karena dapat menyuburkan tanah serta tanaman. Termasuk juga dapat menghilangkan hama, dan meningkatkan kualitas serta rasa buah dan sayuran yang ditanam.

"Cairan ini nantinya untuk penyemprotan udara, membersihkan udara dari racun, polusi dan menghilangkan bau," katanya.

Untuk panen eco enzyme itu, tambah Iman, caranya yakni memisahkan cairan dengan bahan organiknya melalui penyaringan. Selanjutnya cairan dikemas yang rapi.

"Alhamdulillah panen perdana ini bisa mendapatkan 200 liter cairan. Kami membuatnya sejak tiga bulan yang lalu," tambahnya.

Eco enzyme ini, lanjut Iman, kali pertama dikenalkan oleh Dr Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.

Gagasan proyek ini untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya dibuang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik.

Jadi, eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.

Cairan enzim ini 100 persen natural dan bebas dari bahan kimia, mudah terurai dan lembut di tangan serta lingkungan. Cairan ini juga penolak serangga alami. Saking alaminya, setelah digunakan untuk pel, cairan ini juga bisa dipakai untuk menyiram tanaman. (guh/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru