Politikus Golkar Jadi Korban Covid-19, Aktivitas Gedung DPRD Jateng Lumpuh

SEMARANG - Aktivitas Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah dipastikan lumpuh selama tiga hari ini. Hal ini menyusul penutupan gedung wakil rakyat tersebut setelah salah satu anggotanya menjadi korban Covid-19.

Politisi tersebut adalah Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Syamsul Bahri, yang pernah berstatus sebagai pasien dalam pengawasan terkait penularan Covid-19. Dia meninggal dunia pada Minggu (12/7) kemarin.
Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah pun terpaksa ditutup selama tiga hari.

"Penutupan seluruh ruang komisi di lantai tiga dan ruang Fraksi Partai Golkar kami lakukan mulai hari ini sampai tiga hari ke depan," kata Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin di Semarang, Senin (13/7).

Selama Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di di Jalan Pahlawan Kota Semarang itu ditutup, ruangan dalam gedung DPRD akan disemprot disinfektan serta pemeriksaan Covid-19 akan dilakukan pada seluruh anggota dewan dan staf komisi guna mencegah penularan meluas.

"Ini inisiatif Setwan dan pimpinan dewan, istilahnya bersih-bersih dengan ditutup tiga hari, kami kosongkan juga karena kebetulan pansus sedang ada kegiatan jadi ini untuk antisipasi saja sebetulnya," katanya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman mengatakan, sejak 13 Juli 2020 ruang Komisi A hingga Komisi E di lantai tiga Gedung DPRD Jawa Tengah tidak boleh digunakan untuk kegiatan apa pun.

Pemimpin dan anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah beserta jajarannya diwajibkan mengikuti tes cepat Covid-19 di Gedung DPRD Jawa Tengah.

"Semoga semuanya non-reaktif. Bila mana ada satu anggota Komisi E atau staf reaktif, maka akan dilakukan rapid test dan swab test ke seluruh anggota DPRD dan jajaran Gedung Berlian," katanya. (jpnn/ima)

Baca Juga:

  • Bupati Pemalang Dicibir Netizen Pura-pura Positif Covid-19: Saya Biasa Dibully.
  • Penahanan Djoko Tjandra Dianggap Tidak Sah, Kejagung: Kejaksaan Hanya Menjalani Eksekusi Bukan Penahanan.

Berita Terkait

Berita Terbaru