Potongan Video Lamanya soal Ahok Bukan WNI Beredar Lagi, Praktisi Hukum Sebut Yusril Ihza Rasis

JAKARTA - Pernyataan Yusril Ihza Mahendra dalam potongan video lamanya yang menyebut Ahok bukan WNI (warga negara Indonesia) kembali beredar dan viral di media sosial.

Pada tayangan video lamanya itu, Yusril mengatakan, dia sekampung dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, yakni di Belitung, bangka Belitung (Babel). Yusril juga menyebut Ahok mempunyai darah Tiongkok.

Pemilik nama asli Basuki Tjahaja Purnama itu, beber Yusril, baru mendapatkan status sebagai WNI sekitar tahun 1986 ketika Ahok berumur 20 tahun. Menanggapi hal itu, Koordinator Tim Hukum Merah Putih sekaligus Praktisi Hukum, C. Suhadi menilai Yusril Ihza Mahendra telah berbuat rasis.

Sebagai seorang ahli hukum, Yusril seharusnya dalam mengeluarkan pernyataannya terlebih dulu harus ditelaah. “Yusril sikapnya yang kurang bijak dalam mengeluarkan pernyataan dan terkesan mengandung SARA,” kata Suhadi, Selasa (5/7).

Selain itu, Yusril juga semestinya bisa menjungjung tinggi perbedaan. “Karena perlu diingat, tidak zamannya lagi menguntak-atik perbedaan yang sudah bhineka,” sambungnya.

Suhadi mencontohkan kewarganegaraan Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma yang orang tuanya berwarga negara asing saat pemerintahan Soeharto. Namun kala itu, semua orang tahu bahwa Susi lahir di Tasikmalaya dan Alan Budi Kusuma lahir di Surabaya pada 1968.

Akan tetapi, status kedua pahlawan bulutangkis yang membawa nama Indonesia harum di kancah Internasional. “Dengan tertatih-tatih, mengurus Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) yang baru didapat delapan tahun sejak mereka mengurusnya, tepatnya 1996,” ujarnya.

Karena itu, Suhadi mengecam pernyataan Yusril yang sikapnya kurang bijak dalam mengeluarkan pernyataan. Apalagi, kata dia, yang dipermasalahkan Yusril berkaitan kedudukan dengan orang-orang keturunan pada priode 1978 hingga 1998.

“Kami mengecam pernyataan seorang Yusril akan sikapnya yang kurang bijak.”

“Karena masa memasuki reformasi, tanpa SBKRI orang keturunan masih berkebangsaan China, bukan hanya BTP akan tetapi hampir semua orang,” ujarnya. (pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Terus Bertambah, Polisi yang Diamankan terkait Kasus Brigadir J di Tempat Khusus Jadi 19 Orang, Terperiksanya 63 Personel.
  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.

Berita Terkait

Berita Terbaru