Praveen/Melati (Pramel) Dicoret dari Pelatnas? Nova Arianto dan Vita Marissa Kompak Jawab Tidak Tahu

JAKARTA - Tagar Pramel trending di Twitter sepanjang, Rabu (5/1) malam. Hal tersebut dipicu kabar pencoretan ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Pramel) dari Skuat Pelatnas PBSI 2022.

Informasi yang berkembang luas itupun langsung mendapatkan respon beragam dari publik. Lalu bagaimana respon pelatih Praveen/Melati, Nova Widianto?

Sayangnya, Nova Widianto menolak menjawab kabar pencoretan Praveen/Melati seperti yang dikutip dari Jawapos.com. Sebab promosi dan degradasi pemain baru akan dilakukan, setelah seleksi nasional (seleknas) 10-15 Januari mendatang.

“Saya tidak bisa ngomong dulu itu soal itu (Praveen/Melati dicoret, Red.). Saya masih liburan, Mas,” ucap Nova.

“Setelah seleknas, kami akan rapat lagi dan setelah itu keputusannya baru ada,” imbuh Nova.

Nova sendiri pernah secara terbuka memberikan kritik sangat keras kepada Praveen/Melati dalam konferensi pers ajang Indonesia Masters 2021, 18 November 2021 lalu.

Saat itu, Nova melancarkan kritik tajam karena Praveen/Melati dikalahkan ganda India nomor 178 dunia, Dhruv Kapila/Reddy N. Sikki dengan skor 11-21, 20-22 pada babak pertama Indonesia Masters 2021.

“Bukannya kita ngeremehin, tapi lawannya itu dua level di bawah mereka. Saya rasa mereka nggak ada rasa tanggung jawabnya. Main di kandang sendiri, harusnya rasa nggak mau kalah itu ada,” ucap Nova saat itu.

Senada dengan Nova, pelatih ganda campuran PB Djarum, Vita Marissa juga belum bisa memastikan apakah Praveen/Melati benar-benar akan hengkang dari Pelatnas.

“Saya kurang tahu karana memang belum ada surat resmi,” kata Vita.

Menurut Vita, saat ini para pemain pelatnas memang dikembalikan ke klub masing-masing. Di sisi lain, sumber JawaPos.com mengatakan bahwa jika memang Praveen/Melati resmi dicoret, PB Djarum akan tetap memperjuangkan dan membantu mereka agar bisa lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Selain itu, PB Djarum juga akan meminta komitmen tertulis kepada Praveen/Melati. Mereka akan selalu dievaluasi dalam setiap turnamen.

Para pelatih juga akan melakukan penilaian dan catatan atas semua hasil latihan mereka. (jpc/zul)

Baca Juga:

  • UUD 1945 Bukan Diamandemen, Profesor UGM: Sistem Hukum Indonesia Sudah Murtad dari Pancasila.
  • Guntur Romli Gedek dengan Edy Mulyadi, Netizen: Menghina Kalimantan Sama dengan Hina Indonesia.

Berita Terkait

Berita Terbaru