Predator Seks Anak Rizal Afif Ditangkap, Polisi Fokus di Kasus Pencabulan

JAKARTA - Meski disebut berbohong saat tampil di Podcast Refly Harun, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, fokus tim penyidik saat ini adalah tindak pencabulan anak dan penculikan anak.

Polres Bogor, lanjutnya, tidak mendalami pengakuan palsu yang disampaikan Rizal Afif soal eks narapidana teroris.

Selain mengaku pernah ditahan di Lapas Gunung Sindur karena menjadi napi terorisme, Rizal Afif juga mengklaim sebagai murid Bahar bin Smith, dan terlibat kasus Bom Sarinah.

"Kami fokus pada penyidikan pencabulan anak dan penculikan anak. Tidak yang lain," tegas Siswo

Menurutnya, pengejaran Rizal Afif dimulai pada 9 Mei 2022. Ini setelah polisi mendapat laporan jika anak bernama F hilang sejak sehari sebelumnya. Pada 10 Mei, F ditemukan di Jalan Fatmawati, Jakarta.

“Dari keterangan korban kami identifikasi pelaku, dicocokkan dengan alat bukti lain. Pada 12 Mei pelaku kami ditangkap di wilayah Senayan, Jakarta. Karena melawan saat ditangkap, terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur," papar Siswo.

Pengejaran terhadap buruh harian lepas di Depok itu juga menggagalkan upaya penculikan terhadap anak lain.

Saat dibuntuti, Rizal Afif sedang membawa dua korban anak lainnya. Korban dibawa ke sebuah rumah ibadah di kawasan bilangan Senayan.

Setelah menurunkan korban, Rizal Afif bergerak lagi. Saat itulah, polisi meringkusnya. Kepada polisi, Rizal Afif sempat mengaku sebagai mantan narapidana teroris.

Untuk memperdaya korban, Rizal Afif mengaku sebagai anggota polisi dan Satgas Covid-19.

“Motifnya adalah menguasai barang berharga korban dengan modus mengaku sebagai petugas dan satgas Covid. Korban tidak berdaya dan mengikuti instruksi pelaku. Pelaku merampas telepon genggam milik korban. Dia dijerat pasal 82 dan 83 tentang perlindungan anak. Hukumannya 15 tahun penjara,” tukas Siswo.

Selain merampas barang berharga milik korban, Siswo menyebut pelaku diduga memperdaya korban untuk melampiaskan nafsu seksualnya.

Tersangka penculikan sudah menculik 12 anak sejak awal Ramadan. Tiga di antaranya menjadi korban pencabulan pelaku.

Modusnya adalah membawa makanan untuk korban yang telah dibubuhi obat tidur.

"Dalam kondisi tidak sadar karena itu, korban pun dicabuli," pungkasnya dikutip dari Fin.co.id.

Sebelumnya, pada 12 Mei lalu, seorang pria bernama Rizal Afif ditangkap Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Satreskrim Polres Bogor.

Polisi terpaksa menembak kaki Rizal Afif yang berusaha melawan petugas. Tersangka penculik anak berusia 27 tahun asal Depok lantas dibawa ke kantor Polres Bogor, Cibinong untuk diperiksa. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru