Prevalensi Balita Stunting Tertinggi Kedua di Jawa Tengah, Pemkab Tegal Segera Lakukan Ini

SLAWI - Dinas Perikanan Kabupaten Tegal bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tegal menggelar lomba inovasi olahan ikan.

Selain meningkatkan keterampilan memasak, melalui lomba ini diharapkan kampanye gerakan makan ikan semakin menguat sebagai bagian dari upaya Pemkab Tegal mencegah stunting pada anak.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal Khofifah saat membuka Lomba Inovasi Olahan Ikan di Gedung Korpri Kabupaten Tegal, Rabu (23/3).

“Kali ini ikan yang dijadikan bahan dasarnya adalah ikan nila. Dan masing-masing peserta kita berikan ikan nila seberat satu kilogram,” katanya.

Dipilihnya ikan nila ini sebagai bahan dasar memasak, selain mudah ditemukan, kandungan lemak pada ikan bernama latin Oreochromis niloticus ini sangat baik.

Kandungan nutrisi pada ikan nila seperti protein, karbohidrat, vitamin, mineral, asam lemak omega dapat meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki pencernaan, meningkatkan kekuatan tulang, mencegah radikal bebas, mencegah kanker, dan sangat bagus untuk ibu hamil.

Sehingga bayi yang akan dilahirkannya nanti menjadi lebih sehat dan terhindar dari stunting.

Kompetisi ini diikuti oleh 35 orang peserta yang terdiri dari unsur TP PKK Kabupaten Tegal sebanyak 18 orang, unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tegal sebanyak 10 orang dan unsur organisasi wanita Kabupaten Tegal sebanyak 7 orang.

Khofifah menambahkan, potensi perikanan di wilayah Kabupaten Tegal baik mengingat ada dua tempat pelelangan ikan (TPI), yakni di Munjungagung dan Suradadi.

“Setidaknya ada sekitar 450 keluarga binaan kami yang memiliki profesi sebagai pengolah ikan di Desa Dermasandi Kecamatan Pangkah. Di sana mereka memproduksi ikan asap untuk jenis cucut, pindang, larak dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tegal Sisca Zulistia Sabillilah Ardie mengatakan, angka stunting di Kabupaten Tegal sangat tinggi.

Berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia tahun 2021, prevalensi balita stunted di Kabupaten Tegal mencapai 28 persen atau tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Wonosobo.

Pihaknya menyambut baik diselenggarakannya lomba memasak ini dan berharap bisa dikembangkan di tingkat kecamatan, desa, dan satuan lingkungan terkecil.

Tujuannya adalah memotivasi ibu-ibu di rumah untuk memilih olahan ikan sebagai menu makanan konsumsi keluarga.

“Saya melihat konsumsi ikan kita masih minim. Oleh karenanya lomba ini bisa dijadikan motivasi untuk meningkatkan konsumsi ikan yang ternyata dapat diolah menjadi aneka ragam masakan juga penganan yang menggugah selera. Selain itu, jika dibarengi dengan hobi, ini bisa jadi peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Jadi jangan sampai saat lomba ini selesai, kreativitas ibu-ibu jadi terhenti, mohon diteruskan,” pesan Sisca.

Dari gelaran lomba olahan ikan ini, keluar sebagai juara pertamanya adalah TP PKK Kecamatan Adiwerna yang mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp3 juta.

Juara kedua diraih TP PKK Kecamatan Tarub yang mendapat hadiah uang tunai Rp2,5 juta. Juara ketiga diraih DWP Perumda Tirta Ayu yang juga berhak mengantongi hadiah uang tunai sebesar Rp2 juta.

Sedangkan untuk juara harapan satu diraih DWP Satpol PP yang mendapat hadiah uang tunai Rp1,5 juta. Juara harapan kedua diraih TP PKK Kecamatan Kedungbanteng yang juga mendapat hadiah uang Rp1,25 juta dan harapan tiga diraih TP PKK Kecamatan Talang dengan hadiah uang Rp1 juta. (*/ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru